EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika <p>EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran</p> PELITA NUSA TENGGARA en-US EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2829-4319 IMPLEMENTASI EKSPERIMEN BLACK CARAMEL SEBAGAI MEDIA EDUTAINMENT KIMIA https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/887 <p><em>This study aimed to implement an edutainment-based learning medium through a Black Caramel Project in chemistry learning to foster undergraduate students' critical thinking skills. Chemistry education should not only emphasize conceptual understanding but also develop students' ability to apply scientific knowledge in solving real-world problems. However, many students remain passive during the learning process, resulting in underdeveloped critical thinking skills. The Black Caramel Project was implemented as an edutainment medium that integrates educational and entertaining elements through a hands-on sugar caramelization experiment. The study employed a literature review combined with project implementation in a chemistry laboratory using lecture and demonstration approaches. The implementation demonstrated that the Black Caramel Project enhanced students' understanding of fundamental chemical concepts, including carbohydrate structure, caramelization reactions, physical and chemical changes, and their applications in the food industry. Furthermore, students became more actively engaged in analyzing experimental processes, evaluating results, and solving problems encountered during the activity, thereby fostering their critical thinking skills. Overall, the implementation of the Black Caramel Project as a chemistry edutainment medium represents an innovative and meaningful practice-based learning approach that creates an enjoyable learning environment while supporting the development of students' critical thinking skills.</em></p> Nora Listantia Lusia Novita Ramadhani Copyright (c) 2026 EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2026-07-02 2026-07-02 5 2 177 188 10.60004/edupedika.v5i2.887 EKSPROLASI KONSEP MATEMATIKA PADA JAJE TEPUNG PALENG SUKU SASAK LOMBOK https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/803 <p><em>Ethnomathematics is a concept of mathematics that emerges, develops, and is practiced within a particular culture. The relationship between culture and mathematics can be found in various aspects of life, one of which is the traditional cake Tepung Paleng of the Sasak ethnic group. Tepung Paleng is generally made when the Sasak community carries out the activity of pounding rice using a mortar to turn it into flour for various purposes. In the past, Tepung Paleng was commonly consumed as a snack, especially when the remaining rice in the mortar was not sufficient in quantity, so it was processed into food in the form of Tepung Paleng. This cake is made simply by re-pounding the rice mixture with palm sugar until it blends into a unified mixture. This study aims to explore how the physical form of Tepung Paleng can be analyzed through the concepts of plane geometry, solid geometry, and principles of symmetry from an ethnomathematical perspective.</em></p> Cendy Finanda Feby Indah Lestari Baiq Ika Masni Aprianti Olivia Copyright (c) 2026 EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2026-08-17 2026-08-17 5 2 189 214 10.60004/edupedika.v5i2.803 EKSPLORASI KONSEP MATEMATIKA PADA JAJE KALIADEM DALAM KAJIAN ETNOMATEMATIKA https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/804 <p><strong>Abstrak</strong>: <em>Etnomatematika adalah suatu kajian yang menyelidiki hubungan antara matematika dan praktik budaya dalam kehidupan masyarakat. Salah satu aspek budaya yang dapat dianalisis menggunakan pendekatan etnomatematika adalah kuliner tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali konsep-konsep matematika yang ada pada Jaje Kaliadem, sebuah jajanan tradisional dari komunitas Sasak di Lombok. Studi ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan teknik observasi, dan pengumpulan dokumentasi. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa jajan Kaliadem mengandung berbagai konsep matematika, terutama yang berkaitan dengan geometri. Konsep-konsep tersebut mencakup lingkaran, jari-jari, diameter, simetri lipatan, garis lengkung, luas, dan keliling lingkaran. Selain itu, bentuk dari Kaliadem yang mirip dengan angka delapan bisa dianalisis sebagai dua lingkaran yang saling terhubung. Hasil ini mengindikasikan bahwa praktik budaya dalam pembuatan makanan tradisional memiliki hubungan dengan konsep-konsep matematika yang dapat diteliti melalui pendekatan etnomatematika.</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong><em>: </em><em>Ethnomathematics is a field of study that investigates the relationship between mathematics and cultural practices within a community. One cultural aspect that can be analyzed using an ethnomathematical approach is traditional cuisine. The aim of this research is to identify mathematical concepts embedded in Jaje Kaliadem, a traditional snack from the Sasak community in Lombok. This study employs a qualitative, exploratory methodology, utilizing observation, and documentation collection techniques. The findings reveal that Jaje Kaliadem incorporates various mathematical concepts, particularly in geometry. These concepts include circles, radii, diameters, fold symmetry, curved lines, area, and circumference. Additionally, the shape of Kaliadem, which resembles the number eight, can</em> be <em>analyzed as two interconnected circles. These results indicate that cultural practices in the preparation of traditional foods are closely linked to mathematical concepts, which can be systematically examined through the lens of ethnomathematics.</em></p> <p>&nbsp;</p> Saykila Aulia Ausa Azkiya Siti Mutia Haerani Copyright (c) 2026 EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2026-08-18 2026-08-18 5 2 215 229 10.60004/edupedika.v5i2.804 PENGARUH PAPARAN GAME ONLINE TERHADAP PERILAKU IMITASI BERBAHAYA ANAK USIA SEKOLAH DASAR: ANALISIS BERBASIS TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF JEAN PIAGET https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/882 <p>Kasus meninggalnya seorang anak kelas 1 Sekolah Dasar di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akibat meniru aksi <em>freestyle</em> yang terinspirasi dari <em>game online</em> menjadi fenomena yang mencerminkan persoalan serius dalam perlindungan anak di era digital. Artikel ini bertujuan menganalisis kasus tersebut secara mendalam melalui kerangka teori perkembangan kognitif Jean Piaget, khususnya dalam memahami keterbatasan kemampuan berpikir anak usia sekolah dasar awal yang berada pada tahap operasional konkret. Melalui metode studi kasus kualitatif dengan analisis deskriptif-interpretatif, penelitian ini mengkaji mekanisme imitasi perilaku berbahaya, proses asimilasi dan akomodasi yang tidak optimal, serta peran lingkungan keluarga dan sekolah dalam pembentukan pola pikir anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak pada tahap operasional konkret (usia 7–11 tahun) belum mampu membedakan dunia virtual dengan dunia nyata, memahami risiko jangka panjang, maupun menahan dorongan impulsif. Hal ini menyebabkan anak rentan meniru perilaku berbahaya yang diamati dari media digital tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendampingan orang tua, penggunaan fitur <em>parental control</em>, edukasi digital sejak dini, serta kolaborasi antara keluarga dan sekolah sebagai upaya preventif yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak</p> Chelsa Juniarti M. Hirjan Rahmatullah Maoza Nokian Nasirudin Alya Fatin Hasna Khairani Copyright (c) 2026 EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2026-08-18 2026-08-18 5 2 230 240 10.60004/edupedika.v5i2.882 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI METODE JARIMATIKA PADA SISWA KELAS II MIN 1 SAROLANGUN MATA PELAJARAN MATEMATIKA https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/916 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung siswa kelas II MIN 1 Sarolangun yang terlihat dari kesulitan siswa dalam melakukan operasi hitung dasar secara cepat dan tepat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional sehingga siswa kurang aktif dan kurang memahami konsep berhitung dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa melalui penerapan metode jarimatika pada mata pelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas II MIN 1 Sarolangun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berhitung dan lembar observasi aktivitas siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode jarimatika mampu meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Pada siklus I nilai rata-rata siswa mencapai 68 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 60%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 85 dengan persentase ketuntasan belajar mencapai 88%. Selain itu, aktivitas siswa dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan dimana siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri dalam menyelesaikan soal berhitung. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode jarimatika efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran matematika karena mampu membantu siswa memahami konsep berhitung secara konkret dan menyenangkan.</p> Ade Rahayu Zahra Dwi Cahyani Copyright (c) 2026 EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2026-08-18 2026-08-18 5 2 241 260 10.60004/edupedika.v5i2.916 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT PADA SISWA KELAS V MIN 2 SAROLANGUN MATA PELAJARAN IPAS https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/edupedika/article/view/915 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas lima MIN 2 Sarolangun pada mata pelajaran IPAS, yang ditunjukkan oleh nilai rata-rata yang rendah dan keterbatasan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan strategi penghargaan dan hukuman dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas lima. Data dikumpulkan melalui tes hasil pembelajaran, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan reward dan punishment secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Skor rata-rata meningkat dari 63,21 pada pra-siklus menjadi 72,46 pada siklus I dan 84,10 pada siklus II. Penguasaan pembelajaran juga meningkat dari 42,85% menjadi 89,28%. Selain itu, mahasiswa menjadi lebih aktif, disiplin, dan semangat selama kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, strategi penghargaan dan hukuman terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS.</p> Ade Rahayu Muhammad Wahyu Alfiansyah Dewi Anjarsari Kumaidi Kumaidi Copyright (c) 2026 EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran 2026-08-19 2026-08-19 5 2 261 278 10.60004/edupedika.v5i2.915