KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita
<p>KOMUNITA adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah dalam bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Terbit 4 kali setahun yaitu bulan <strong>Februari, Mei</strong>, <strong>Agustus, dan November</strong></p>PELITA NUSA TENGGARAen-USKOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat2829-1972Pengabdian Kepada Masyarakat Mengenai Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang di Desa Batujajar
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/552
<p><em>Problem with couples of childbearing age (PUS) in Batujaja Barat Village is not merely a matter of participation rates, but rather the inappropriate choice of methods and misperceptions among couples of childbearing age (PUS). Many PUS in the limiting category want to stop having children but continue to use short-term contraception or do not use any contraception at all due to concerns about side effects. The types of long-acting reversible contraception (LARC) introduced in this activity included intrauterine devices (IUDs) and implants. The aim of this community service was to increase PUS knowledge about the safety and advantages of LARC in order to improve the accuracy of its use. The methods used were interactive health education through lectures, two-way discussions, and the use of leaflets. This activity involved 29 PUS at the Kenari 02 Posyandu with a pretest-posttest evaluation design. The evaluation results showed a significant shift in knowledge levels. The evaluation results showed an increase in knowledge levels after the intervention. Before the education, some participants were in the low knowledge category, while after the education there was an increase in the proportion of participants with good knowledge. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference in knowledge levels before and after the intervention (p < 0.05). Before the intervention, there were 10 participants in the low knowledge category (34.48%). After the intervention, the number of respondents with low knowledge decreased to 5 (17.24%). In the adequate knowledge category, the number remained the same, from 9 people (31.03%) in the pretest to 9 people (31.03%) in the post-test. Meanwhile, respondents with good knowledge increased from 10 people (34.48%) before the intervention to 15 people (51.72%) after the intervention. This change proves that the material presented was well absorbed by the participants. Interactive discussions successfully corrected participants' misconceptions and increased their confidence in choosing the right contraceptive method. The conclusion of this activity is that health education effectively improves contraceptive literacy among partners and encourages more stable and safer contraceptive use behaviour.</em></p>Anne LoiszaIntan KarlinaAzka MeylitaNur Aliya SifaSalsabila Konita PutriDwi Takhsya Ma’ashilhaqFadhia Siti Azizah NuraeniHany HanyRiva Nazia SalsyabilaSalsa Sabila AzzahraAsti Aida PutriChinta Salma Az-ZahraD. Alni Febrianingsih
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-012026-02-01511910.60004/komunita.v5i1.552Literasi Digital dan Keamanan Siber untuk Pemuda Desa: Waspada Investasi Bodong dan Penipuan Online
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/373
<p><span lang="IN">Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Krobokan, Kota Semarang, dengan fokus utama pada peningkatan literasi digital dan kesadaran keamanan siber di kalangan pemuda, khususnya anggota Karang Taruna Argaloka. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus penipuan online dan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap keamanan digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi survei awal untuk memetakan kebutuhan peserta, diskusi kelompok terarah untuk menggali pengalaman dan pemahaman mereka, serta pelatihan interaktif mengenai penggunaan teknologi digital yang aman. Selain itu, dilakukan simulasi kasus penipuan online agar peserta mampu mengenali dan mengantisipasi berbagai modus kejahatan digital. Sebagai bentuk keberlanjutan, dibentuk pula agen literasi digital yang berperan sebagai penggerak edukasi di lingkungan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk mengidentifikasi ciri-ciri investasi bodong, menggunakan fitur keamanan seperti verifikasi dua langkah, serta memahami pola-pola penipuan digital yang umum terjadi. Program ini juga menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah yang telah disubmit, video edukasi, serta jejaring literasi digital berbasis komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman penipuan dan kejahatan siber di era digital.</span></p>Verina PurnamasariErlinda Ramadhani Permata Putri
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-032026-02-0351101910.60004/komunita.v5i1.373Penguatan Ketahanan Pangan Kelompok PKK Desa Mertani Melalui Budidaya Hidroponik Di Desa Mertani, Kabupaten Lamongan
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/368
<p style="font-weight: 400;">Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan terbatasnya lahan pertanian produktif, khususnya di wilayah pedesaan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui budidaya hidroponik yang melibatkan kelompok PKK di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya hidroponik sederhana, pendampingan lapangan, serta evaluasi ketercapaian program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, terbukti dari keberhasilan instalasi hidroponik dan panen sayuran seperti kangkung, bayam, dan selada. Selain itu, kegiatan ini mendorong kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan, serta membuka peluang ekonomi baru melalui usaha mikro berbasis pertanian rumah tangga. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemandirian pangan keluarga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi rumah tangga. Budidaya hidroponik terbukti menjadi solusi tepat guna dalam mendukung ketahanan pangan lokal yang ramah lingkungan, hemat lahan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK.Dengan demikian, budidaya hidroponik terbukti menjadi alternatif yang aplikatif, efisien, dan ramah lingkungan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis keluarga dan komunitas desa.</p>Aminatuzzuhro AminatuzzuhroDwiyana Anela KurniasariAcmad Zaki FadhilAndika Andika
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-032026-02-0351202910.60004/komunita.v5i1.368Pengembangan Sentra Kerupuk Bawang Desa Karangcamgkring Berbasis Kelompok PKK Di Kabupaten Gresik
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/356
<p style="font-weight: 400;">Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas usaha kerupuk bawang yang dikelola oleh Kelompok PKK di Desa Karangcangkring, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Permasalahan utama mitra meliputi kualitas produk yang tidak konsisten, serta keterbatasan dalam pengemasan dan pemasaran. Solusi yang diberikan berupa pelatihan teknis, pendampingan manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan Kemasan baru dengan identitas merek lokal berhasil meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk. Selain itu, penggunaan media sosial dalam promosi mampu meningkatkan penjualan hingga 30%. Program ini berhasil mendorong kemandirian usaha kelompok PKK dan memperkuat potensi desa sebagai sentra kerupuk bawang berbasis BUM Desa. Intervensi berbasis kebutuhan dan solusi terbukti efektif dalam mempercepat transformasi usaha mikro menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.</p>Dwiyana Anela KurniasariSiti AlimahAcmad Zaki FadhilRanditya Galih PermanaKhilya Al Majida
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-032026-02-0351303910.60004/komunita.v5i1.356Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa untuk Santri Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri, Kota Batu
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/366
<p>Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mukhlisin Putri, Kota Batu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan santri tehadap potensi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Kegiatan ini dilaterbelakangi oleh kondisi pondok yang padat serta minimnya pengetahuan santri dan pengajar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana gempa terjadi. Tambahannya yaitu kurangnya pemantauan berkala terhadap kondisi fisik bangunan pondok. Berangkat dari permasalahan ini maka, para santri dan pengajar menunjukkan keingintahuan yang tinggi terhadap edukasi kebencanaan khususnya bencana gempa sebagai upaya untuk melindungi diri dan lingkungan sekitar. Melalui pendekatan kualitatif, tim pelaksana melakukan observasi sehingga diperoleh informasi kondisi fisik bangunan pondok, persepsi dan kebutuhan peserta terhadap pengetahuan mitigasi gempa bumi. Berdasarkan hasil temuan maka kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan berupa penyajian materi interaktif yang melibatkan kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Batu. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan santri dalam mengidentifikasi dan tanggap menghadapi situasi darurat gempa. Santri juga dapat mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri di titik-titik aman (<em>life safety zone</em>) seperti konsep “<em>triangle of life</em>. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga memberikan sumbangsih secara nyata pada lingkungan pondok pesantren yaitu berupa pemasangan jalur evakuasi dan titik kumpul aman (<em>safe assembly point</em>) yang sesuai dengan standar keselamatan kebencanaan. Keberadaan rambu tersebut juga dapat membangun budaya kesiapsiagaan dan memperkuat sistem mitigasi di lingkungan sekitar.</p>Martince Novianti BaniAnisah Nur FajarwatiAyisya Cindy HarifaFuji AsemaKharisma Nur CahyaniRizki Putri Ramadhani
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-032026-02-0351405110.60004/komunita.v5i1.366Pelatihan Program “Kenali Lindungi Diri” Membangun Kesadaran Perlindungan Anak dalam Pencegahan Dini Kekerasan Seksual
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/382
<p>Kekerasan seksual pada anak menjadi salah satu permasalahan serius yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pangkalpinang pada tahun 2024 terdapat total 78 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan 24 kasus (30 %) terjadi pada anak-anak. Fenomena kasus kekerasan seksual terhadap anak di Pangkalpinang khususnya pada siswa sekolah dasar menuntut adanya upaya pencegahan sejak dini yang melibatkan berbagai pihak mulai dari sekolah, orang tua, hingga lingkungan masyarakat. Salah satu upaya yang efektif adalah dengan memberikan pendidikan perlindungan diri dan kesadaran akan hak-hak anak melalui Program “Kenali dan Lindungi Diri”. Program ini bertujuan menjadi model pencegahan kekerasan seksual yang berkelanjutan di Kota Pangkalpinang sekaligus memperkuat komitmen perlindungan anak di tingkat sekolah dasar. Pelaksanaan lokasi pengabdian yaitu Sekolah Dasar Negeri 15 Pangkalpinang yang terletak di Jl. Usman Ambon, Kel. Kejaksaan, Kec. Taman Sari, Kota Pangkal Pinang Prov. Kepulauan Bangka Belitung. Metode dan Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pelatihan dan Sosialisasi Kenali dan Lindungi Diri di sekolah dasar dilaksanakan beberapa tahapan yang saling terintegrasi yaitu survey dan koordinasi dengan mitra pengabdian, sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Pelaksanaan program <em>“Kenali Diri dan Lindungi Diri”</em> di SDN 15 Pangkalpinang memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan seluruh warga sekolah baik siswa, guru, maupun orang tua terkait pentingnya perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.</p>Vika MartahayuYopi MalagolaIrpan ZuhriCleopatra CleopatraAsti Wulandari
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-0451526310.60004/komunita.v5i1.382Optimalisasi Edukasi Kewirausahaan Sejak Dini Sebagai Daya Ungkit Inovasi MI Al-Mustawa Gunung Sindur Kabupaten Bogor
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/412
<p><em>This Community Service (PKM) program aims to optimize the instillation of entrepreneurial values from an early age at Al Mustawa Elementary School (MI) in Gunung Sindur, Bogor Regency, as a lever for innovation at the school. This program was implemented to address the limited understanding of entrepreneurship, which was previously defined solely as "selling" activities. The research method used was descriptive qualitative, involving students in grades 4, 5, and 6, teachers, and parent representatives (the School Committee). Data collection techniques included participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results of the PKM program indicate a shift in the entrepreneurial paradigm from mere transactions to the ability to identify opportunities and generate innovative solutions (innovation). The implementation of experiential learning methods (learning through experience) has proven effective in fostering student enthusiasm and creativity in identifying simple product ideas. This optimization is recommended to be continued through the establishment of a Little Creative Club and the integration of simple entrepreneurship modules into the madrasah curriculum</em></p>Widayani WahyuningtyasAniek IrawatieSuprima SuprimaHermina HerminaHairunnisa Br. SagalaAbdullah Arif
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-0451647410.60004/komunita.v5i1.412Model Ecopreneurship Wayang Limbah Plastik Untuk Pemberdayaan Santri
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/384
<p>Permasalahan limbah plastik di pesantren belum dikelola secara produktif sehingga menimbulkan pencemaran sekaligus hilangnya potensi ekonomi kreatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan santri melalui pelatihan ecopreneurship wayang berbasis limbah plastik. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan kreatif, serta pemasaran digital yang melibatkan 50 santri Pondok Pesantren Tebuireng dan mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi keterampilan, wawancara, dan dokumentasi produk. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 46,2 menjadi 78,5 (+70%), keterampilan teknis menghasilkan 15 wayang plastik, dan 80% peserta menyatakan siap memproduksi secara mandiri. Uji coba pemasaran melalui media sosial memperoleh respons positif dari komunitas seni dan masyarakat sekitar. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah plastik sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif berbasis budaya. Dengan demikian, ecopreneurship wayang limbah plastik dapat dijadikan model pemberdayaan santri yang selaras dengan SDGs.</p>Nadia Nur ThahirrahResdianto Permata RaharjoPrima Vidya AsteriaRespati Retno UtamiEphrilia Noor FitrianaYogi Bagus AdhimasArisni Kholifatu Amalia ShofianiDhani KristiandriRaden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-0451758210.60004/komunita.v5i1.384Tech-Based Psychosocial Mentoring Innovation for Teachers in Remote Schools: Enhancing Mental Well-Being and Professionalism
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/388
<p><em>Teachers in remote schools often experience psychological stress and professional burnout due to limited resources, heavy workloads, and lack of psychosocial support, which negatively affect both teacher well-being and learning quality. This community service program aims to enhance teachers’ mental well-being and professionalism through a Tech-Based Psychosocial Mentoring Innovation, supporting SDGs 3, 4, and 8, as well as University Key Performance Indicators (IKU) 3 and 7 by empowering educators in low-resource settings. The program was implemented in three stages: preparation (needs assessment, development of the “Healthy Teacher” psychosocial module, and creation of a Google Site–based Learning Management System), implementation (three-day training on stress management, emotional regulation, and reflective mentoring), and evaluation (using the WHO-5 Wellbeing Index, daily reflections, and focus group discussions). Results showed a significant improvement in teachers’ well-being, with WHO-5 scores increasing from moderate to good levels. Teachers also reported improved stress management, higher motivation, and stronger collegial support. The program produced ten psychoeducational videos, a digital LMS, and a sustainable reflective teacher community supported by two internal mentors. Overall, this innovation effectively enhanced teachers’ psychological well-being and professionalism in remote schools and can be replicated in other rural or low-resource educational settings to promote sustainable teacher well-being and school quality improvement.</em></p>Sunarsih sunarsihSalim AktarArifin ArifinDepitaria Br BarusBeby Astri TariganAqila Clara AbbiatiWinda Gokma Uli Alicia
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-0451839910.60004/komunita.v5i1.388Pendampingan Penerapan Media Berbasis Animaker guna Meningkatkan Kualitas Guru PJOK
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/399
<p><em>Teachers' pedagogical competence in organizing educational learning is through the use of learning media according to the characteristics of students. The problem found by junior high school physical education teachers in Ogan Ilir Regency is the lack of knowledge and utilization of science and technology in the form of animaker-based learning media, not yet understanding how to utilize Animaker optimally. The purpose of this community service activity is to provide training and mentoring on the application of animaker-based learning media to improve teacher skills. The methods used are lecture, question and answer and simulation methods. The results of community service activities, namely the pre-test results, can be seen that the interest of participants in participating in the service activities was 93.8%, experiencing an increase in the post-test of 6.2%. According to participants, 100% considered the importance of learning innovation in the digital era. The pre-test results regarding knowledge of animaker learning media were 44,8%, increasing after being given training materials and animaker mentoring by 55.2% during the post-test to 100%. Participants, 35.5%, knew how to operate animaker-based learning media according to the pre-test results, experiencing an increase of 64.5% during the post-test to 100%. The implication is that Animaker-based learning media can be applied as a reference for teaching materials for teachers. The conclusion is that training and mentoring activities using Animaker-based media for teachers have a positive impact, namely improving the quality of physical education teachers.</em></p>Silvi AryantiIyakrusDestrianaDestrianiSamsul AzharKarina Alisya PutriNaila Zafhira Yunizar
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045110010710.60004/komunita.v5i1.399Pelatihan Asesmen Digital bagi Guru SMP untuk Meningkatkan Kualitas Evaluasi Pembelajaran
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/405
<p><em>This community service program was implemented to improve the competency of teachers at SMP Negeri 3 Pontianak City in understanding and implementing digital assessment as part of strengthening professionalism in the era of technology-based learning. The activity was developed through five stages, including initial data collection, pre-test, material delivery, practice and direct mentoring, and post-test. Evaluation results showed a significant increase in all indicators of participant understanding, including understanding of learning assessment (23% to 100%), instrument validity (23% to 91%), question difficulty level (41% to 95%), and utilization of interactive assessment media (73% to 86%). In addition, skills in operating the digital assessment platform also increased from 63% to 100%. These findings indicate that the training was able to strengthen the conceptual foundation and technical skills of teachers in designing and implementing accurate, interactive, and data-driven digital assessments. This program has implications for increasing teacher readiness in developing adaptive and relevant evaluation practices to the demands of 21st-century education</em></p>Husni SyahrudinJunaidi H. MatsumNuraini AsriatiHeni KuswantiSyamsuriMunawar ThoharudinDina FitrianaZuri Astari
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045110811710.60004/komunita.v5i1.405Inovasi dan Empowerment Kelompok Tani Untuk Meningkatkan Pengelolaan Food Security di Desa Tanjung Morawa A
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/406
<p><em>Food security is also a national strategic issue that has become a key focus in sustainable development, particularly in the agricultural and rural sectors. This program aims to enhance the capacity and quality of farmer groups in Tanjung Morawa A Village, Tanjung Morawa Sub-district, Deli Serdang Regency, in supporting village food security initiatives aligned with national priorities. The approach is carried out through training based on dialogue, interactive discussions, and hands-on practice. Farmer groups were equipped with practical knowledge and strategies to overcome challenges in seed cultivation and the management of both agricultural and livestock sectors. One of the approaches introduced was the Kaizen method from Japan, which emphasizes continuous improvement based on participation and root-cause problem solving. This activity demonstrated that appropriate innovation and empowerment can effectively promote the active involvement of rural communities in realizing sustainable food security. As a result, participants showed increased understanding and motivation to commit to food security programs. This initiative marks the beginning of strengthening a community-based village food system that is adaptive, innovative, and self-reliant.</em></p>Muhammad ArdianIndra Kesuma NasutionFernanda Putra AdelaIra Rizka Aisyah LubisSri Rahayu SanusiSuhendri
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045111812810.60004/komunita.v5i1.406Pendidikan Mindset Menabung Yang Benar Bagi Santri Di Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Izzuddin
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/386
<p><em>This community service program aims to improve financial literacy and develop a proper saving mindset among students (santri) of Tahfidz Al-Qur’an Izzuddin Islamic Boarding School in Palembang. The low awareness of saving behavior among adolescents, including santri, is often caused by the lack of education on personal financial management. The program adopted a participatory-educational approach through several stages: socialization, training, mentoring, and evaluation. A total of 19 students from grades VII–IX actively participated in this activity. The materials covered the fundamentals of saving, factors that hinder saving habits, effective saving techniques, and an introduction to various saving and investment instruments. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding of the importance of saving, personal financial management, and their ability to formulate short- and long-term financial goals. Evaluation results showed that 90% of participants understood effective saving techniques, and 100% were able to identify their personal financial goals. This program successfully fostered early financial awareness and served as an initial step toward building the students’ economic independence through planned and sustainable saving habits.</em></p>Yuliani YulianiShelfi MalindaBetharia EfrianiBelinda Mora Siagian Hermanto Hermanto
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045112914110.60004/komunita.v5i1.386Pemberdayaan Tentor Lembaga Bimbingan Belajar Tanjungharjo Grobogan melalui Pengembangan Learning Object Material Berbasis Artifial Intelligence
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/417
<p><em>Modern technology has created significant opportunities for enhancing personalization in learning, particularly through the utilization of data analytics and artificial intelligence, which enable the customization of learning products based on students’ needs, levels of understanding, and learning styles. This condition requires educators and tutoring instructors to possess adequate digital skills in order to produce instructional materials that are relevant, adaptive, and easily accessible. Responding to this need, this community service program was designed to provide training and assistance in developing digital-based learning products for tutors at the AURORA Tutoring Institute in Grobogan Regency, Central Java. The program was implemented through four stages: socialization, training, mentoring, and monitoring and evaluation. The training consisted of two main sessions: (1) multimedia production through the development of PowerPoint materials assisted by artificial intelligence and the recording of instructional content, and (2) training in managing a Learning Management System using Google Classroom. A total of 10 tutors participated in the entire series of activities. The evaluation results indicate an improvement in participants’ digital competencies, evidenced by all tutors (100%) being able to produce learning multimedia that is more engaging, interactive, flexible, and ready for use in tutoring sessions. This program demonstrates that structured training interventions can effectively enhance the quality of learning digitalization within tutoring institutions.</em></p>Mochamad Abdul BasirJupriyanto JupriyantoAndi RiansyahMohamad Aminudin
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045114215110.60004/komunita.v5i1.417Peningkatan Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Deteksi Dini Dan Pencegahan Sindrom Metabolik
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/418
<p>Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung koroner, diabetes melitus tipe 2, dan komplikasi metabolik lainnya. Kondisi ini ditandai oleh obesitas sentral, peningkatan tekanan darah, hiperglikemia, kadar trigliserida tinggi, dan penurunan kolesterol tipe High Density Lipoprotein (HDL). Di Indonesia, prevalensi sindrom metabolik terus meningkat, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan ibu rumah tangga dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan sindrom metabolik melalui pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, edukasi, pelatihan pemeriksaan kesehatan sederhana, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan dan deteksi dini sindrom metabolik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman ibu rumah tangga mengenai faktor risiko dan cara pencegahan sindrom metabolik. Pengabdian ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif partisipatif mampu memberdayakan ibu rumah tangga sebagai agen perubahan dalam pencegahan penyakit tidak menular di tingkat keluarga dan masyarakat.</p>Sumarni SumarniJunjun FitrianiNur SyamsiMuhammad Rizqy Hanif
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045115215910.60004/komunita.v5i1.418Pelatihan Peningkatan Kompetensi AI Guru SD Melalui Pendekatan TPACK-AI
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/422
<p><em>This community service program aimed to enhance elementary school teachers' competence in integrating Artificial Intelligence (AI) into their pedagogical practices through the TPACK-AI framework. Conducted at SD Mitra in Cirebon City from August to September 2025, the program involved 10 certified teachers (7 female, 3 male) through a 5-week structured intervention consisting of preparation, intensive training, guided implementation, and evaluation phases. Using a quasi-experimental pre-post test design, data were collected through validated competency assessments, classroom observations, digital portfolios, and focus group discussions. Results showed significant improvements across four competency dimensions: conceptual understanding (from M=62.4 to M=86.7), technical skills in operating AI platforms (from M=58.3 to M=88.2), digital content creation abilities (from M=54.6 to M=84.5), and pedagogical integration capacity (from M=51.2 to M=82.8). Participant satisfaction averaged 4.52/5.0, indicating high program effectiveness. However, challenges persisted including unstable internet access (30%), time constraints (40%), and limited institutional support (20%). The program demonstrated that structured, hands-on training combined with guided implementation effectively transforms teaching practices, contributing to national digital literacy efforts in education</em></p>Dian PutriMaya Dewi KurniaTaryoMuhamad Riyad AriwibowoRindi Wulandari
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045116016910.60004/komunita.v5i1.422Empowering Student: Peningkatan Literasi Numerasi pada Era Digital di SMP Negeri 2 Matesih
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/420
<p>Program pendampingan pengajaran di SMP Negeri 2 Matesih dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa melalui pendekatan pembelajaran kontekstual dan diintegrasikan dengan teknologi digital. Metode yang digunakan berlandaskan pada pembelajaran kontekstual, pendekatan etnomatematika, serta literasi digital. Beberapa program utama yang dilaksanakan meliputi kegiatan literasi pagi, pembelajaran kontekstual berbasis budaya, pengembangan perpustakaan digital, peluncuran situs web pembelajaran “Mathez”, serta pemanfaatan media digital interaktif seperti Canva dan kecerdasan buatan (AI). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan keterlibatan siswa dalam aktivitas literasi dan numerasi, disertai dengan tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya budaya lokal serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi antara pendidikan, kearifan lokal, dan teknologi digital mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.</p>Laila FitrianaLutvia Gravika AspiraEden ImanuellaFelina Nesma MeidinaHasna AfifahKania Fauziati Naila
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045117017710.60004/komunita.v5i1.420Penguatan Paradigma Pembelajaran Mendalam (Deep learning) bagi Guru Matematika Tingkat Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Ponorogo
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/425
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru matematika Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ponorogo melalui penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Ponorogo dalam bentuk lokakarya interaktif yang melibatkan 50 guru MTs sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi reflektif, serta sharing session pengalaman praktik mengajar. Materi utama membahas transformasi paradigma pembelajaran dari hafalan menuju pemahaman mendalam dengan strategi seperti problem-based learning, project-based learning, dan pendekatan STEM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi deep learning dalam pembelajaran matematika serta tumbuhnya kesadaran reflektif untuk menerapkan pembelajaran bermakna di kelas. Para guru juga berperan aktif sebagai narasumber lapangan, berbagi praktik baik dan tantangan yang mereka hadapi di sekolah. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru sebagai mitra sejajar dalam upaya membangun budaya pembelajaran inovatif di Ponorogo</p>Arta EkayantiDwi Avita NurhidayahSutrisno
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045117818610.60004/komunita.v5i1.425Penerapan Sterilisasi Non-Termal Berbasis HPEF–UV sebagai Solusi Peningkatan Mutu Susu pada Rembangan Dairy Farm
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/426
<p>Rembangan Dairy Farm merupakan sentra produksi susu segar dan susu pasteurisasi di kawasan wisata Rembangan, Jember. Namun, proses pengolahan yang masih bergantung pada pasteurisasi konvensional menyebabkan mutu sensoris mudah menurun dan tidak mampu mengatasi mikroorganisme termodur, sehingga keamanan dan umur simpan produk masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan mutu dan keamanan susu melalui penerapan teknologi sterilisasi non-termal berbasis High Pulsed Electric Field–Ultraviolet (HPEF–UV) serta penguatan kapasitas mitra dalam pengoperasian alat. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kondisi mitra, perancangan dan pembuatan alat HPEF–UV, serta diseminasi melalui sosialisasi penggunaan alat, dan troubleshooting. Evaluasi keberdayaan dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi berbasis checklist untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap prinsip sterilisasi non-termal, fungsi komponen alat, dan tahapan kerja dalam SOP. Mitra juga mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan menangani masalah teknis dasar. Implementasi teknologi HPEF–UV memberikan solusi terhadap keterbatasan pasteurisasi serta meningkatkan kesiapan mitra untuk menghasilkan susu yang lebih aman, stabil, dan kompetitif sebagai produk unggulan wisata Rembangan. Kegiatan ini membuktikan bahwa transfer teknologi tepat guna dapat memperkuat keberdayaan mitra sekaligus meningkatkan nilai tambah produk peternakan lokal.</p>Budi HarionoDimas TriardiantoAdhima AdhamatikaFindi Citra KusumasariAngga Herviona IkhwanudinNurul Widadi
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045118919710.60004/komunita.v5i1.426Peningkatan Kesadaran Pengelolaan Sampah Kampus Unsulbar melalui Edukasi dan Kampanye Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/427
<p><em>Waste management challenges at the University of West Sulawesi (Unsulbar) are primarily driven by low awareness, limited knowledge, and inconsistent waste-sorting practices among campus communities. This community service program aims to enhance the capacity of students, lecturers, administrative staff, and cleaning personnel through educational interventions, environmental campaigns, and the provision of organic–inorganic waste-sorting facilities. The methods included an initial survey, interactive socialization sessions, practical demonstrations, group discussions, installation of categorized waste bins, and on-site mentoring. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge, attitudes, and skills in waste sorting. Post-intervention observations show positive behavioral changes, reflected in the increased accuracy of waste disposal and stronger commitment to adopting 3R practices. The program demonstrates that combining educational approaches with facilities and campaign activities is effective in fostering a more responsible environmental culture within higher education institutions. Sustaining this progress requires continuous monitoring and alignment of waste-sorting behavior with the campus waste-management system.</em></p>Rezky Ramadhan AntuliAsma AminWandi Abbas
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045119820410.60004/komunita.v5i1.427Strategi Pencapaian ASI Eksklusif melalui Pelatihan Kader dalam Peningkatan Efikasi Ibu dan Pembentukan KP ASI
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/432
<p>Rendahnya cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif masih menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan ASI eksklusif adalah rendahnya efikasi diri ibu serta terbatasnya dukungan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan kader dalam meningkatkan ASI Eksklusif, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang efikasi ibu menyusui dan memperkuat dukungan sosial melalui pembentukan komunitas pendukung ASI. Metode yang digunakan meliputi pelatihan kader dan pendampingan kader dalam melakukan edukasi, Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test terhadap pengetahuan dan obsevasi edukasi kader. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah intervensi. Hasil lain yaitu terbentuk komunitas pendukung ASI yang berperan sebagai wadah bagi kader dalam menjaga semangat keberlangsungan tujuan diantara para anggota komunitas dan sekaligus sebagai wadah informasi dan dukungan emosional kepada ibu menyusui di lingkungan sekitar. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan kader dan pembentukan komunitas ASI dapat menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam mendukung praktik pemberian ASI eksklusif di masyarakat. Pemberdayaan kader dan penguatan komunitas pendukung ASI berkontribusi nyata terhadap peningkatan efikasi ibu dan keberhasilan program ASI eksklusif di tingkat komunitas</p>Idayati IdayatiDina MarianaNurdiana NurdianaHilmayanti NajaKetut Catur Anggerawati
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045120521410.60004/komunita.v5i1.432Pendampingan Perancangan Taman Bermain dan Ruang Terbuka di Desa Sitimulyo
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/424
<p><em>Open Spaces are part of urban areas that significantly influence the quality of the city's environment. Open Spaces are part of urban open spaces filled with endemic and introduced plants and vegetation to support ecological, socio-cultural, and architectural benefits, as well as provide economic benefits to the community. Open Spaces are public areas, often in the form of parks, designed to serve residents. These spaces can take the form of green fields equipped with recreational and sports facilities, as well as sports complexes featuring 80% to 90% green areas. All of these facilities are public. This Community Service project utilizes a design concept that combines vegetation layout with perennial trees, shrubs, and bushes planted in groups or scattered throughout the area. Vegetation functions to create a microclimate and acts as a boundary between activities. In addition to the vegetation concept, it also encompasses the arrangement of recreational and sports facilities such as fields, playgrounds, restrooms, seating, and lighting.</em></p>Amos SetiadiGerarda Orbita Ida CahyandariHatta Musthafa Adham PutraErnesta Uba Wohon
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045121522510.60004/komunita.v5i1.424Penguatan Branding Produk Kampung Jajan Pasar Melalui Kemasan Inovatif, Pemasaran Media Sosial dan Legalitas Produk Halal
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/439
<p>Kampung Jajan Pasar Bugen Utara adalah kelompok usaha yang memproduksi aneka jajan pasar. Usaha ini merupakan usaha turun-temurun yang menjadi mata pencaharian utama para anggotanya. Putu Mayang menjadi produk unggulan yang otentik dari kampung bugen utara. Aneka jajan pasar ini dijual di pasar-pasar kelurahan Bangetayu Kulon dan sekitarnya. Walaupun inovasi produk olahan putu mayang sudah dilakukan, namun kemasan produk ini masih sangat sederhana. Pemasaran produknya pun masih konvensional. Dari aspek legalitas , kelompok usaha ini belum memiliki NIB dan sertifikat produk halal. Oleh karena itu, dibutuhkan pendampingan bagaimana mengemas produk dengan menarik, membuat konten promosi di media sosial dan memahami prosedur pendaftaran NIB dan sertifikasi halal. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari sosialisasi dan pelatihan. Pada tahap sosialisasi, anggota kelompok usaha diberikan pemahaman terkait pentingnya kemasan dalam pemasaran, strategi pembuatan konten promosi di media sosial dan prosedur pendaftaran NIB dan produk halal. Selanjutnya, anggota kelompok diberikan ketrampilan pengemasan inovatif, pembuatan konten promosi di media sosial serta pendaftaran legalitas usaha melalui pelatihan. Kegiatan pengabdian ini tentu saja memberikan manfaat bagi seluruh anggota kelompok usaha. Melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini, Kampung Jajan Pasar Bugen Utara lebih siap bersaing, menjangkau pasar yang lebih luas dan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga</p> <p><strong><em> </em></strong></p>Kristina Anindita HayuningtiasHarmanda Berima PutraEndang Tjahjaningsih
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045122623610.60004/komunita.v5i1.439Pembinaan Literasi Dan Numerasi Untuk Anak Desa Dengan Pendekatan TaRL
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/441
<p>Siswa dapat mencapai tujuan masa depan mereka melalui pendidikan. Pendidikan dapat membantu setiap individu mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Setiap orang dapat mencapai potensi maksimalnya dalam hal kemampuan psikomotorik, emosional, atau kognitif. Memberikan pencerahan kepada orang agar mereka dapat bermanfaat adalah tujuan lain dari pendidikan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengejar profesi yang mereka pilih melalui proses pembelajaran pendidikan. Harjanti P. (2024) mengutip Eko W.S. (2024). Melalui penggunaan strategi pembelajaran TaRL, program layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan numerasi anak-anak di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses ke pelajaran tambahan setelah sekolah. Anak-anak di desa diberikan kelas gratis untuk meningkatkan motivasi dan antusiasme mereka dalam belajar, yang membantu mereka menjadi lebih mahir dalam membaca dan numerasi. Pendekatan ini melibatkan pengajaran langsung dan bimbingan.</p>Ainul marhamah hasibuanErmawati ErmawatiNur AmaliaTaufiq SoubriAngga WadanaAnggun Nabila PutriSulastri SulastriWidya Afri Shintya
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045123724410.60004/komunita.v5i1.441Penerapan Mikro Buble Ozon Pada Proses Produksi Edamame Beku Di PT. Tagani Sukses Makmur
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/442
<p>This manuscript is a written work from a community service activity, namely a collaborative package of activity implementers from the Jember State Polytechnic with Industrial partners PT. Tagani Sukses Makmur. The innovation of Micro Bubble Ozone (MBO) technology is a research result that can be applied to the edamame soybean washing process because this ozone technology can decontaminate microorganisms and reduce pesticide residues in edamame soybeans. This activity includes a Reverse Osmosis water filter technology package and MBO washing equipment, assistance with tool operation; training in the frozen edamame production process referring to SOPs according to GMP and HACCP. This manuscript is our latest written work, it has never been published in other journals before and I really hope that this manuscript can be published in Komunita, a journal of Community Service and Empowerment</p>Abi Bakri BakriBudi HarionoMuhammad Fathoni KurniantoFaruq Avero Azhar
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045124525410.60004/komunita.v5i1.442Implementasi Website Profil Sebagai Strategi Peningkatan Penjualan Di Toko Kue Macaron Tuffero
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/394
<p><em>This community service activity was carried out with the aim of enhancing the competitiveness and brand image of Macaron Tuffero through the development of a Profile Website as an effective and sustainable digital promotion medium. The partner of this program is the Macaron Tuffero SME, which operates in the production of cakes and desserts, located in Dau District, Malang Regency. The activity involved the business owner and staff as primary participants who collaborated actively with the community service team from Politeknik Negeri Malang. The main problem faced by the partner was the limited use of digital promotion media and the absence of an official platform to professionally present the business profile. To address this issue, the activity was implemented through five main stages: needs analysis, website design and architecture planning, system development and implementation, testing, and website usage training. The website was developed using the WordPress platform with the WooCommerce plugin to facilitate product catalogs and online ordering features. The results show that the developed website functions properly, consistently presents the business’s visual identity, and integrates with various social media and marketplace platforms. The website also provides convenience for the business owner to independently update content. Overall, this community service program successfully delivered a practical digital solution that contributes to marketing capacity enhancement and supports digital transformation among SMEs in the technology-based economy era.</em></p>Ahmadi Yuli AnantaRudy AriyantoRakhmat AriantoImam Fahrur RoziErfan RohadiFarida Ulfa
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045125526910.60004/komunita.v5i1.394Youth Financial Literacy: Pathway to Independence for SMA Bina Jaya Students
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/398
<p><em>The community service activity at SMA Bina Jaya Kertapati Palembang was successfully implemented according to the planned methods. This activity effectively encouraged active student participation through interactive discussions where students raised critical questions related to financial literacy, including effective saving methods, digital fund management via e-wallets, and strategies to resist consumptive temptations. Students demonstrated increased awareness of the importance of early financial planning and prudent digital financial management, reflecting a deeper understanding of current economic challenges. The educational approach emphasizing financial values and ethics, such as thriftiness and responsibility, proved effective in shaping healthy financial behavior. The results align with studies that highlight the positive relationship between financial literacy and economic well-being, especially among the youth. The interactive and contextualized socialization and training programs not only enhanced knowledge but also fostered positive attitudes in personal financial management to avoid consumptive behaviors. Thus, this community service contributes significantly to preparing a financially savvy generation ready to face future economic challenges.</em></p>Kemas M Husni ThamrinRahma FebriantiWirda MardyaningsihIsni Andriana
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045127027710.60004/komunita.v5i1.398Fintren.id : Integrasi Kartu Santri Digital untuk Peningkatan Manajemen Keungan Pendidikan dan Koperasi Pesantren
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/453
<p><em>Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan Islam di Indonesia. Namun, pada praktiknya, pengelolaan informasi dan keuangan di banyak pesantren masih dilakukan secara manual, sehingga berdampak pada rendahnya efisiensi dan transparansi. Program pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan digitalisasi koperasi serta pengembangan website pesantren berbasis kartu santri digital sebagai upaya meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, transparansi, serta literasi digital keuangan dan perilaku keuangan sosial bagi santri, orang tua, dan pengelola pesantren. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan mitra secara aktif pada seluruh tahapan kegiatan, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem pembayaran elektronik melalui kartu santri digital dan pengembangan website pesantren mampu memperbaiki tata kelola keuangan serta memudahkan pemantauan pengeluaran santri. Selain itu, program ini juga meningkatkan literasi digital santri dan pengelola pesantren, sekaligus memperkuat operasional koperasi berbasis digital. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan mutu pendidikan dan sistem keuangan pesantren yang lebih transparan, efisien, serta mendukung kemandirian ekonomi pesantren secara berkelanjutan.</em></p>Dede Rizal NursamsiRizky RidwanDheri Febiyani Lestari Mustopa KamilDwiana Fitria AzhariNurul Nuraeni
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045127828910.60004/komunita.v5i1.453Inovasi Program ZITASI Berbasis Aplikasi Digital untuk Perilaku Sehat Generasi Z di Sekolah DAS Kalimantan Tengah
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/452
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perilaku hidup sehat siswa Generasi Z di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalimantan Tengah, yang ditandai dengan kurangnya aktivitas fisik, pola konsumsi gizi yang belum seimbang, serta kualitas istirahat yang rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku hidup sehat siswa melalui implementasi Program ZITASI (Gizi, Aktivitas, Istirahat) berbasis aplikasi digital FatSecret di MA Darul Ulum Palangka Raya. Metode pelaksanaan meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi menggunakan desain pretest dan posttest. Subjek kegiatan terdiri dari 30 siswa yang mengikuti rangkaian edukasi gizi seimbang, aktivitas fisik, pola istirahat, serta literasi penggunaan aplikasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan pada seluruh komponen perilaku sehat. Nilai rata-rata pretest meningkat dari 46,9 menjadi 90,1 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,81 yang termasuk kategori tinggi. Peningkatan terjadi pada aspek pola gizi seimbang, aktivitas fisik, pola istirahat, serta pemanfaatan aplikasi FatSecret sebagai media pemantauan mandiri. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi edukasi kesehatan berbasis teknologi digital efektif dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku hidup sehat siswa. Program ZITASI berpotensi menjadi model intervensi promotif-preventif yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada satuan pendidikan lain, khususnya di wilayah DAS.</p>Jeff Agung PerdanaArief Nur WahyudiZuly Daima UlfaTrillianty Lestarisa
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-042026-02-045129030310.60004/komunita.v5i1.452Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta Dengan Pendekatan Deep Learning Di Adi Widyalaya Rsi Markandeya
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/416
<p>Pendidikan agama Hindu menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ajaran dharma dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Salah satu inovasi adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, lingkungan, dan bangsa, serta relevan dengan konsep <em>Tri Hita Karana</em> dan <em>Tri Kaya Parisudha</em>. Namun, hasil observasi di Adi Widyalaya Rsi Markandya Taro Gianyar menunjukkan rendahnya pemahaman guru terhadap Kurikulum Cinta (10%) dan Deep Learning (20%), serta belum adanya perangkat ajar berbasis kedua konsep tersebut. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan reflektif-transformatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas guru, 100% mampu menyusun RPP dan LKPD, 85% berhasil membuat media digital, serta terjadi peningkatan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan terjadi peningkatan hasil beajar siswa. Program ini telah berhasil menghasilkan model perangkat ajar berbasis kurikulum cinta perspektif Hindu dengan pendekatan <em>deep learning </em>yang mampu mendukung transformasi pendidikan agama Hindu yang kontekstual dan berkelanjutan.</p>I Ketut SuparyaKomang Wisnu Budi WijayaGede Agus Jaya NegaraI Wayan Wira Dharma
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055130431110.60004/komunita.v5i1.416Sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Desa Bitefa Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/454
<p><em>Domestic Violence (DV) remains a serious human rights violation in Indonesia, particularly in rural areas with limited access to legal services and victim protection. East Nusa Tenggara Province, including Timor Tengah Utara Regency, continues to record high incidences of domestic violence influenced by patriarchal culture, low legal awareness, and the predominance of customary-based settlements that often disadvantage victims. This community service program aims to enhance legal awareness and understanding among the residents of Bitefa Village, Miomaffo Timur District, Timor Tengah Utara Regency, regarding Law Number 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence as a preventive and responsive legal framework. The activity employed a legal counseling method through structured presentations, interactive discussions, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The program was conducted on September 23, 2025, involving 25 participants consisting of village officials, hamlet heads, and community members. The materials delivered covered the definition of domestic violence, its various forms, legal protection mechanisms for victims, criminal sanctions for perpetrators, as well as the roles of the state and the community in preventing and addressing domestic violence. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of domestic violence and the legal protections available to victims after the counseling session. The discussion sessions revealed a shift in community perspectives, particularly regarding the relationship between customary law and state law in handling domestic violence cases. This program is expected to contribute to the prevention of domestic violence and to support the creation of a safe, harmonious, and gender-just household environment in Bitefa Village, in line with the National Action Plan on the Elimination of Domestic Violence</em></p>Sepriliani Suryati Elin SatungMaria Ferdinandus BaniBenediktus Peter LayTeresia DinFilemon Fridolino Ngebos
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055131231910.60004/komunita.v5i1.454Implementasi Media Sosial TikTok sebagai Instrumen Branding dan Promosi bagi Revio Space Surabaya
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/469
<p>Kegiatan ini mengamati penggunaan TikTok sebagai alat pemasaran digital untuk meningkatkan upaya pembentukan merek dan promosi “Revio Space”, sebuah penyedia ruang kerja bersama dan kantor virtual di Surabaya. Dengan pendekatan kualitatif, penulis secara langsung terlibat dalam perencanaan dan produksi konten melalui langkah-langkah terstruktur, termasuk pembuatan kalender konten, rencana edit, dan penjadwalan publikasi. Kecerdasan Buatan (AI) dimanfaatkan untuk mengidentifikasi waktu unggah optimal, tema konten yang sedang tren, dan preferensi audiensi, memungkinkan strategi konten yang lebih tepat sasaran. Implementasi strategi sistematis ini menunjukkan peningkatan visibilitas merek dan penguatan citra Revio Space di platform digital. Temuan mengungkapkan bahwa meskipun pendekatan berbasis AI efektif dalam meningkatkan jangkauan dan keterlibatan, terdapat kebutuhan akan konsistensi visual yang lebih kuat dan elemen ajakan bertindak yang lebih jelas untuk mengoptimalkan konversi. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi konten terstruktur dengan dukungan teknologi AI dapat membantu untuk memperkuat kehadiran digital bisnis ruang kerja bersama, namun memerlukan penyempurnaan dalam eksekusi visual dan komunikasi persuasif untuk memaksimalkan hasil pemasaran.</p>Vicky ChandraIra Wikartika
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055132032710.60004/komunita.v5i1.469Upaya Pengelolaan Sampah Organik melalui Bakul Kompos di Dusun 1 Desa Cisuren
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/478
<p><em>Household organic waste management remains a significant environmental issue in rural areas, including Dusun 1, Cisuren Village. The dominance of unmanaged organic waste has the potential to cause environmental pollution and public health problems. This Community Service Program aims to improve community knowledge and skills in managing organic waste through the implementation of the Bakul Kompos method. The program employed an educational approach supported by participatory elements, implemented through socialization activities, demonstrations, and hands-on composting workshops at the household level. The program was conducted in three main stages: collection of organic waste materials, compost processing, and distribution of compost baskets to community members. The results indicate an increase in community understanding of waste segregation and the utilization of organic waste into useful products. In addition to environmental benefits such as reducing the volume of organic waste, the program also provided economic benefits by offering an affordable and environmentally friendly alternative to chemical fertilizers for local farmers. Socially, the program strengthened community participation and awareness regarding environmental cleanliness. Overall, the Bakul Kompos program demonstrates potential as an applicable and sustainable household-based organic waste management model for rural communities.</em></p>Suhendra SuhendraMuti’ah HasanahMuhammad Heru Dwi SUmmul MusyarofahDesy RahayuEgi Abdul Aziz
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055132833610.60004/komunita.v5i1.478Penguatan karakter Pemuda Desa Sambelia Malalui Gawa Adat “ Selametan Otak Reban”
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/492
<p><em>The purpose of this community service activity is to strengthen the character of the young men and women of Sambelia village through the traditional gawe "Selametan Otak Reban". The method used in this study is direct practice by participating in the traditional gawe activities "Selametan Otak Reban" Sambelia Village. This community service process was carried out at the Otak Reban traditional hall of Sambelia Village, which was attended by all levels of the Sambelia Village community, which was attended by the Deputy Regent H. Edwin and Mrs. Marianah as DPRD Davil V. This traditional event aims to (1) Preserve culture (2) Honor ancestors, (3) Express gratitude, (4) Inherit cultural values, (5) Strengthen social ties. The results of this research are expected to be able to create the next generation of young men and women from Sambelia Village. It is hoped that the young men and women from Sambelia Village will be able to strengthen ties of friendship, strengthen character, have an understanding of the village's cultural heritage, love and cultivate the traditional event "Selametan Otak Reban".</em></p>Junaidi JunaidiFaizi AnwarNada SalwaSiti ZulfianaMashal Hadi
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055133734510.60004/komunita.v5i1.492Penggunaan Grafik Pertumbuhan Bagi Kader Untuk Meningkatkan Kapasitas Dalam Memantau Pertumbuhan Anak
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/371
<p>Stunting merupakan salah satu masalah gizi pada anak yang paling sering terjadi di masyarakat yang dapat dicegah dengan melakukan pemantauan tumbuh kembang anak di posyandu, namun pemantauan tumbuh kembang belum dipahami oleh semua kader di Puskesmas X. tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk pemberdayaan mitra di sektor kesehatan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memantau status tumbuh kembang anak. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi kesehatan dan studi kasus. Kontribusi utama dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memantau pertumbuhan balita di posyandu. Dalam kegiatan ini dilakukan evaluasi langsung terhadap output kegiatan dengan mengetahui adanya peningkatan hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> setelah diberikan materi Edukasi Kesehatan. Hasil peningkatan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> sebesar 18%. Berdasarkan hasil analisis dalam pelaksanaan pengabdian, diperlukan monitoring evaluasi secara berkala dalam menilai kemampuan kader.</p>Nike Arta PuspitasariWening SukmawatiNovianty Ayu RachmawatiMerrina Bellaya Swezda
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055134635410.60004/komunita.v5i1.371Mewujudkan Transformasi Digital di SMA Negeri 5 Takengon berbasis Platform EDU SMART
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/475
<p>Transformasi digital di bidang pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pembelajaran, efektivitas manajemen sekolah, serta kesiapan peserta didik menghadapi era digital. SMA Negeri 5 Takengon menghadapi tantangan keterbatasan integrasi teknologi, pemanfaatan platform pembelajaran yang belum optimal, serta perlunya peningkatan literasi digital guru dan siswa. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan mewujudkan transformasi digital di SMA Negeri 5 Takengon melalui penerapan Platform EDU SMART sebagai solusi pembelajaran dan manajemen pendidikan berbasis digital. Metode pelaksanaan meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan dan konfigurasi Platform EDU SMART, pelatihan dan pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta implementasi platform dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Platform EDU SMART mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, ditandai dengan meningkatnya interaksi guru dan siswa, kemudahan akses materi pembelajaran, serta pengelolaan tugas dan penilaian yang lebih terstruktur. Selain itu, kompetensi literasi digital guru dan siswa mengalami peningkatan, serta manajemen sekolah menjadi lebih efisien melalui digitalisasi data akademik dan administrasi. Respon pengguna terhadap platform tergolong positif, baik dari sisi kemudahan penggunaan maupun manfaat yang dirasakan. Implikasi dari kegiatan ini adalah terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan di SMA Negeri 5 Takengon, serta menjadi model implementasi transformasi digital bagi sekolah menengah lainnya. Kesimpulannya, penerapan Platform EDU SMART efektif dalam mendukung transformasi digital sekolah dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.</p>SusmantoMunawirYeni YantiZulfanSamsuddinTaufik Hidayat Nailis sa’adahTeuku AndiansyahElvitrianaMaulinda
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055135536810.60004/komunita.v5i1.475Upaya Peningkatan Literasi Keuangan Syariah dan Kewirausahaan Halal pada Siswa SMA IT Assalam Martapura melalui Sosialisasi dengan Pendekatan Financial Mindset
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/495
<p><em>This community service activity is motivated by the low level of sharia financial literacy among Generation Z and the rise of risky economic behaviors such as online gambling and illegal online loans in Banjar Regency. The purpose of this activity is to improve the understanding of SMA IT Assalam Martapura students regarding productive and ethical pocket money management through a financial mindset approach based on sharia principles. The method used is Participatory Action Research (PAR) with interactive socialization techniques covering sharia investment, halal business opportunities, and Islamic philanthropy. The results show that the use of attractive visualizations and a digital lifestyle approach effectively triggered enthusiasm and increased students' ethical awareness in identifying financial risks. Despite time constraints, students successfully understood strategies to turn pocket money into blessed future assets. The conclusion of this service is that strengthening sharia financial literacy from an early age is a strategic step to form a financially wise and economically independent younger generation. The importance of these results provides recommendations for schools to integrate sharia financial literacy education into additional curriculum programs sustainably. </em></p>Dian May SyifaLuqyana Puteri AnggrainiAjeng JuniwantiAfifah AminiHafizoh Zokhairia LathifaNur IkaAmelia Rahmaniah
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055136937710.60004/komunita.v5i1.495Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia melalui Senam Otak dan Skrining Kognitif
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/496
<p>Gangguan kognitif mempengaruhi sekitar 17% lansia di Indonesia dan 18,3% di Jawa Timur. Deteksi dini dan intervensi nonfarmakologis sangat penting untuk mempertahankan kesehatan kognitif pada populasi lanjut usia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, melakukan deteksi dini, dan memberikan intervensi gangguan kognitif melalui kegiatan edukasi, skrining, dan senam otak terintegrasi. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap: (1) sesi edukasi di Poliklinik Neurologi RSSA dengan 74 peserta; (2) edukasi masyarakat, skrining kognitif menggunakan MoCA-INA, dan senam otek di Puskesmas Janti Malang dengan 75 peserta (90,7% perempuan, rerata usia 66 tahun); dan (3) program senam otak berkelanjutan selama tiga bulan dengan 8 sesi. Hasil skrining praintervesi menunjukkan 82,7% peserta mengalami gangguan kognitif (rerata skor MoCA-INA 20,25). Pascaintervesi, gangguan kognitif menurun menjadi 65,3%, sedangkan fungsi kognitif normal meningkat dari 17,3% menjadi 34,7%. Analisis korelasi Spearman menunjukkan korelasi positif sangat kuat antara pengukuran pertama dan kedua (r = 0,782; p < 0,001), namun melemah pada pengukuran ketiga (r = 0,241; p = 0,036). Program komprehensif ini efektif menurunkan prevalensi gangguan kognitif. Pendekatan berbasis komunitas ini menunjukkan potensi implementasi berkelanjutan sebagai strategi pencegahan penurunan kognitif pada lansia.</p>Sri Budhi RianawatiHerpan Syafii HarahapMiranthi IrnandaAisyiyah Alviana AgustinFirda Aunidiah PutriSari Dianita Purnama
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055137838710.60004/komunita.v5i1.496Edukasi Pembuatan Detergen Cair sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK di Perumahan Graha Rawa Bangun Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/499
<p><em>This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of PKK women in producing liquid detergent as an effort to promote community empowerment and household self-reliance. The activity was conducted in Graha Rawa Bangun Housing Area, Tuah Karya Village, Tuah Madani District, Pekanbaru City. The implementation methods included educational sessions, hands-on training on liquid detergent production, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The training materials covered the introduction of raw materials, the function of each component, production procedures, and safety aspects related to the use of household chemicals. The evaluation results indicated a significant improvement in participants’ knowledge. The average level of participants’ knowledge increased from 16% in the pre-test to 85% in the post-test, with an overall improvement of 69%. Improvements were observed in both the understanding of primary cleaning agents and auxiliary ingredients in liquid detergent formulations. These findings demonstrate that an educational approach integrating simple scientific explanations with practical training is effective in enhancing participants’ capacity. The outputs of this activity include improved knowledge and skills of PKK women in producing safe and applicable liquid detergent, which has the potential to support household independence and community empowerment.</em></p>NurfatihayatiCory Dian Al’farisiAnisa MutamimaPanca Setia UtamaAhmad FadliYelmida AzisSunarnoSuhendriAlltop Amri Ya HabibAriya Eka AlelRirin Puji HastutiYogi YolandaFerdy Ashari Syawal
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055138839710.60004/komunita.v5i1.499Pelatihan Penggunaan Mesin Pengaduk Bumbu Untuk Peningkatan Produksi Keripik Pisang Koin Pada UMKM Di Desa Jajar Gumregah, Trenggalek
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/501
<p>Pelatihan penggunaan mesin pengaduk bumbu dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produk keripik pisang di Desa Jajar. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Kemendikbudristek tahun 2025, bekerja sama dengan civitas akademika UPN Veteran Jawa Timur dan Universitas Tulungagung. Metode pelatihan meliputi sosialisasi teknologi, demonstrasi pengoperasian mesin, serta pendampingan praktik langsung kepada UMKM mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi proses produksi, konsistensi rasa bumbu, dan kapasitas output keripik pisang. Pelatihan ini juga mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna dan memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan pelaku usaha lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah penerapan mesin pengaduk bumbu berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas produk UMKM keripik pisang di Desa Jajar.</p>Rafif AlthafiansyahKemas Achmad FDana Afif ADana Afif ARahmad Ady FWahyu Dwi LestariHendra Maulana
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055139840710.60004/komunita.v5i1.501Remaja Kreatif Siap Beraksi : Edukasi dan Deklarasi Pencegahan Pernikahan Dini
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/537
<p>Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada aspek pendidikan, psikologis, dan masa depan remaja. Kondisi ini juga ditemukan di Nusa Tenggara Barat sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program <em>Remaja Kreatif Siap Beraksi</em> sebagai bentuk edukasi pencegahan pernikahan dini pada remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, serta pelatihan <em>goal setting</em>. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai dampak pernikahan dini, perubahan sikap ke arah perencanaan masa depan yang lebih positif, serta meningkatnya kesadaran untuk menunda pernikahan. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif remaja dalam menyatakan komitmen bersama melalui deklarasi pencegahan pernikahan dini. Disimpulkan bahwa program <em>Remaja Kreatif Siap Beraksi</em> efektif sebagai upaya edukatif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap preventif remaja terhadap pernikahan dini</p>Hasaniah ZulfianiNurholik AzizahHusnawati HusnawatiNurul AiniSyahratul MubarokahRatih DamayantiMuh. Aminullah
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055140841210.60004/komunita.v5i1.537Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh BEM UNSIQ di Desa Patakbanteng Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/504
<p>Pengembangan pemberdayaan masyarakat melalui program mahasiswa berdampak atau PM-BEM di Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo didasari dengan berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat seperti terbuangnya energi pada alat penghangat ruangan, penurunan produktifitas petani dalam masa tunggu panen, hingga pengelolaan data koperasi merah putih yang masih manual dan kekurangan praktek dalam pemasaran online sehingga diperlukan program untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dengan didampingi oleh tokoh akademik seperti dosen dan mahasiswa untuk melakukan pemberdayaan dalam wujud pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya untuk melakukan langkah kongkret untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah pedesaaan. Metode yang dilakukan menggunakan metode <em>service learning</em>. Dimana mahasiswa mencari potensi yang ada didesa sekaligus mencari solusi permasalahan yang ada di desa. Hasil dari program ini keberhasilan kolaborasi pengembagan pemberdayaan antara mahasiswa dan masyarakat melalui lima pelatihan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta praktik efektif guna untuk mencapai kemandirian masyarakat dalam meningkatkan pembangunan ekonomi di desa sekaligus untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dampak dalam Program ini tidak lain untuk memecahkan berbagai permasalahan yang terjadi di Desa Patakanteng dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada mitra program supaya bisa meningkatkan kualitas pemahaman materi dan kemandirian untuk pertumbungan ekonomi berkelanjutan.</p>Zulfa Annisa Fatmah IslamiyahSri JuminiInsan MahmudAdi Suwondo
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055141342510.60004/komunita.v5i1.504Mengenalkan Worksheet Coding Muatan Kearifan Lokal Melalui Aplikasi Canva Bagi Guru PAUD Banjarmasin
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/513
<p>Kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD Kota Banjarmasin dalam merancang media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Canva. Adapun media pembelajaran yang dibuat adalah worksheet coding berbasis muatan lokal. Sebagian besar guru belum banyak memanfaatkan aplikasi Canva gratis dari pemerintah untuk menyusun media pembelajaran. Sementara itu, guru juga kurang paham terkait materi coding tanpa komputer untuk anak PAUD. Melalui pelatihan ini, guru didampingi untuk mengenal coding <em>unplugged </em>dan cara menuangkannya dalam bentuk worksheet menggunakan aplikasi Canva. Pelatihan ini dilaksanakan di TK Mawaddah dan TK Qathrun Nada Banjarmasin. Jumlah peserta 50 guru PAUD. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam mendesain worksheet coding yang menarik, interaktif, serta mengandung muatan lokal. Data pre-test menunjukan banyak peserta yang masih dalam kategori kurang dan sangat kurang. Setelah dilakukan pelatihan, perubahan terjadi secara signifikan pada hasil post test peserta yang meningkat pada kategori sangat baik hingga mencapai 81%. Tidak ada lagi peserta yang memperoleh kategori kurang. Berdasarkan hasil tersebut, maka kegiatan ini berhasil dengan baik. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan keterampilan digital dan memperluas pengetahuan guru PAUD.</p>Dessy SariSakerani SakeraniFaqihatuddiniyah FaqihatuddiniyahFirdha HayatiZain Ahmad FauziAmberansyah Amberansyah
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-052026-02-055142643610.60004/komunita.v5i1.513Pemberdayaan Komunitas Hindu Dalam Pengembangan Desa Budaya Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Lingsar Lombok Barat
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/402
<p><em>Desa Lingsar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa budaya berbasis kearifan lokal yang mampu mendorong perekonomian lokal. Namun, pemahaman masyarakat khususnya komunitas Hindu di Desa Lingsar terkait konsep wisata budaya dan upaya pelestarian budaya masih sangat kurang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada komunitas Hindu mengenai pemahaman menyeluruh tentang pengelolaan potensi wisata budaya berbasis kearifan lokal, pelatihan konten digital bagi generasi muda serta penguatan dalam melestarikan budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partisipatif melalui pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta observasi langsung di lapangan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk pengelola pura, perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan masyarakat Hindu untuk merawat potensi budaya secara otentik serta berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal; partisipasi aktif membantu mempertahankan nilai-nilai tradisi sambil membuka peluang ekonomi namun juga mengungkap keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan lanjutan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan. Disimpulkan bahwa pemberdayaan komunitas efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lingsar, dengan rekomendasi penguatan kapasitas, dukungan infrastruktur, serta pemantauan dan pendampingan jangka panjang.</em></p>Pradna LagatamaNi Putu Rika SukmadewiNyoman Dane
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095143744410.60004/komunita.v5i1.402Sosialisasi Analisis Perkembangan Kognitif Anak Kepada Guru Paud Gugus Golewa Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/413
<p>Artikel ini mendeskripsikan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi analisis perkembangan kognitif anak pada guru di pendidikan anak usia dini gugus Golewa untuk meningkatka kualitas pembelajaran. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah PAUD di Gugus Golewa yakni PAUD Terpadu Citra Bakti, UPTD TKN Linajawa, TKN Delupore, TKN Harapan Bangsa Koeloda, TKK St. Skolastika Matai, TKN Rutosoro, TKK Ade Irma Mataloko, dan Kober Peupado Malanuza. Berdasarkan analisis permasalahan dan kebutuhan mitra, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan metode sosialisasi, yaitu dengan memberikan penjelasan mengenai hasil analisis perkembangan kognitif anak usia dini. Penyuluhan ini akan dilakukan dalam bentuk diskusi interaktif untuk memudahkan pemahaman mengenai perkembangan kognitif anak dan dampaknya terhadap pembelajaran. Sosialisasi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para guru tentang pentingnya menyesuaikan metode pembelajaran dengan tahapan perkembangan kognitif anak. Sasaran pengabdian ini adalah guru-guru PAUD di Gugus Golewa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada anak usia dini dengan menyesuaikan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif anak. Hasil dari pengabdian ini adalah peningkatan kompetensi para guru dalam merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan kognitif anak serta meningkatnya kualitas proses pembelajaran di PAUD Gugus Golewa.</p>Andi NafsiaGaudensia Nuwa Wea
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095144544910.60004/komunita.v5i1.413Pelatihan Motivasi dan Manajerial sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Perempuan Penjahit Tulungagung
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/411
<p>This article presents the results of a community-based capacity building project for women sewing communities in Tulungagung through the development of independent production houses in partnership with an environmentally friendly bag industry. The project responded to persistent constraints in managerial capacity, production facilities, and group institutional structures that limited women’s ability to move from casual piece-rate workers to community-based entrepreneurs. A project-based research approach was implemented through stages of situation analysis, motivational and managerial training, technical production training, formation of production units, and evaluation using pre–post tests, observation, and process documentation. The findings show that all participants successfully formed independent production houses with simple work structures and SOPs, supported by raw material facilities and production equipment from Tulipbag as the main partner. At least one independent production cycle was completed by each group, from planning and role division to administrative recording and reporting to the partner. Significant improvements were observed in motivation, understanding of women’s economic roles, and managerial skills, with Longwe’s framework indicating strong achievements in access to training, managerial control, and collective performance in production tasks. The model offers practical implications for women’s economic empowerment, industry–community partnerships, and the replication of community-based production houses in other creative industry settings.</p>Fatwa Berlianda NurazizahSanti Isnaini
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095145046210.60004/komunita.v5i1.411Pelatihan Penyusunan Instrumen Penilaian Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di SDN Sondosia
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/437
<p><em>Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh</em> <em>keterbatasan pemahaman guru mengenai penilaian autentik yang menjadi salah satu prinsip utama dari kurikulum merdeka. Hasil observasi tim pelaksana menunjukkan bahwa ±85% guru masih terbiasa dengan instrumen penilaian yang bersifat sumatif, seperti tes tertulis yang hanya mengukur aspek kognitif atau pengetahuan saja. Banyak guru kesulitan untuk membuat instrumen yang dapat mencakup berbagai aspek tersebut secara objektif, seperti penilaian terhadap keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, atau kemampuan presentasi siswa. Kendala lainnya yaitu penggunaan teknologi pendukung dalam pembelajaran yang masih minim. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan E-instrumen penilaian pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi sebagai penunjang dalam implementasi kurikulum merdeka</em>.<em>. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pelatihan dan pendampingan, dengan tahapan:</em></p> <p><em>1)</em><em>Sosialisasi kegiatan; 2) Lokakarya; 3) Pelatihan; 4) Pendampingan; dan 6) Evaluasi. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan, yaitu: 1) Adanya peningkatan pengetahuan guru tentang instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±10 % yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata pretes dan postes masing-masing sebesar 8.19 dan 9.12; 2) Adanya peningkatan keterampilan guru dalam menyusun instrumen penilaian berbasis proyek sebesar ±20 % yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata keterampilan mitra saat pelatihan dengan setelah pendampingan yakni sebesar 3.39 dan 4.31; 3) Adanya peningkatan jumlah produk instrumen penilaian berbasis proyek yang dihasilkan oleh mitra yaitu sebanyak 16 produk; dan 5) Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian terlaksana berada pada kategori sangat baik di semua aspek dengan nilai rata-rata di atas 4,7.</em></p>Hairunisa HairunisaArif Rahman HakimNur FitrianingsihNurjumiati Nurjumiati
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095146347310.60004/komunita.v5i1.437Edukasi Dan Pelatihan Penggunaan Alat Pelindung Diri Untuk Mencegah Infeksi Pernapasan Pada Pengrajin Besi
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/403
<p>Pengrajin besi di Kelurahan Massepe menghadapi permasalahan serius berupa rendahnya kesadaran tentang kesehatan dan keselamatan kerja, minimnya pengetahuan tentang penyakit infeksi pernapasan akibat kerja, serta tidak adanya penggunaan alat pelindung diri saat bekerja. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengrajin tentang kesehatan dan keselamatan kerja melalui edukasi dan pelatihan penggunaan APD. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop interaktif, pelatihan simulasi penggunaan APD berupa masker respirasi dan pelindung mata-wajah, serta pendampingan berkelanjutan yang melibatkan 20 pengrajin besi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan, dan wawancara mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 40%, dengan 85% mitra mampu menggunakan masker respirator dengan benar, 90% terampil menggunakan pelindung mata dan wajah, serta 80% mampu menggunakan pelindung kulit dan lengan. Program ini memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kesadaran K3 dan menjadi model percontohan bagi industri kerajinan tradisional lainnya</p>Sartika SuyutiNurfachanty FattahAndi Sani
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095147448210.60004/komunita.v5i1.403Pentingnya Inovasi Dan Digitalisasi Pada UMKM Menuju Masyakarat Mandiri Di Desa Tanjung Agas Kabupaten Ogan Ilir Sumsel
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/479
<p><em>MSMEs face increasingly complex challenges In the era of globalization, particularly in maintaining competitiveness. Innovation and digital marketing are key strategies that can help MSMEs capitalize on developments in expanding market reach, improving customer interaction, and creating competitive advantage. This PKM aims to provide mentoring in the concept of the importance of innovation in packaging and implementing digital marketing strategies by incorporating e-commerce to increase competitiveness. The Participatory Action Research (PAR) method was used, and its implementation involved the village government, a team of lecturers, and KKN students. The implementation results showed that innovation and digital marketing strategies were able to provide positive value in increasing sales value and sales through e-commerce media. Ultimately, digital marketing is not only a promotional tool, but also an innovative solution to support the growth of MSMEs in Tanjung Agas Village.</em></p>Yunita FebrianiUmmi KalsumPrimasari FitriaAraditya PermanaEfrina MasdianaAyu Gebby GSMuhammad Rizki
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095148349010.60004/komunita.v5i1.479Pelatihan Pembukuan Pada Karang Taruna Tunas Melati Colo, Donotirto, Kretek, Bantul, Yogyakarta
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/485
<p>Pelatihan pembukuan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar penyusunan buku kas bagi pengurus dan anggota Karang Taruna Tunas Melati Dusun Colo RT 34, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab. Materi yang diberikan meliputi pengertian pembukuan, jenis-jenis pembukuan, buku kas, dan contoh kasus. Pelatihan pembukuan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 September 2025 di Dusun Colo RT 34, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 sampai dengan pukul 21.30 WIB. Manfaat yang diharapkan melalui pelatihan pembukuan ini adalah dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan organisasi dan mendukung keberlanjutan kegiatan yang dilaksanakan, serta dapat memberikan pemahaman praktis mengenai cara pencatatan keuangan yang efektif, sistematis, dan mudah diimplementasikan, guna mewujudkan organisasi yang mandiri, transparan, dan akuntabel.</p>Burhanudin Burhanudin
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095149150010.60004/komunita.v5i1.485Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Panas Buangan Penghangat Ruangan dengan Alat TEG dan Pendampingan Organisasi melalui Pelatihan Manajemen Organisasi
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/502
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Tani Lestari melalui pemanfaatan panas buangan alat penghangat ruangan dengan teknologi Thermoelectric Generator (TEG) dan penguatan manajemen organisasi kelompok tani. Desa Patak Banteng sebagai wilayah pertanian dataran tinggi menghadapi tantangan dalam memanfaatkan panas buangan yang dihasilkan oleh alat penghangat ruangan. TEG, yang mengonversi perbedaan suhu menjadi energi listrik, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi pada sektor pertanian. Selain itu, pelatihan manajemen organisasi yang mencakup pemahaman struktur organisasi dan pembagian tugas bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas kerja kelompok. Melalui pendekatan kualitatif partisipatif, kelompok tani dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan TEG dapat mengurangi pemborosan energi dan meningkatkan efisiensi pertanian, sementara pelatihan organisasi meningkatkan keteraturan dan kemandirian kelompok tani. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek teknis pemanfaatan teknologi, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan dan manajerial kelompok tani. Program ini memiliki potensi untuk diperluas ke kelompok tani lain di wilayah pertanian dataran tinggi, dengan memperkuat kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan.</p>Muhammad Khoidar Atho' SulistiatiInsan Mahmud
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-092026-02-095150151110.60004/komunita.v5i1.502Membumikan SDGs: Pemberdayaan Komunitas untuk Perilaku Hidup Sehat dan Sejahtera di Dusun Kendal
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/519
<p><em>The Sustainable Development Goals (SDGs) provide a global development framework that is human-centered and inclusive. SDG 3—Good Health and Well-Being—targets the prevention of endemic diseases caused by waste accumulation (Target 3.3) and the reduction of mortality and illness resulting from pollution and contamination of air, water, and soil (Target 3.9). Kendal Hamlet, Samirono Village, Getasan District, Semarang Regency, faces challenges in realizing healthy and prosperous community living, particularly due to low public awareness of clean and healthy lifestyle behaviors and limited household waste management capacity. To localize and “ground” SDGs at the grassroots level, the community service team implemented a 3-day Live In program using a participatory approach. Students lived with local host families, acting as foster families, to conduct joint observation, discussion, and collaborative, two-way solution implementation, aligned with Whole Person Education principles and the SDGs commitment to no one left behind. The program improved environmental health literacy, promoted safer pesticide application through the use of personal protective equipment, and introduced housefly mitigation strategies based on sanitation and local wisdom. The activities ran successfully and received highly positive responses from residents and hamlet authorities, demonstrating that immersive community engagement strengthens local capacity and encourages sustainable, collective action in support of SDG 3 achievement<strong>.</strong></em></p>Novriest Umbu Walangara NauRully Adi NugrohoDesti Christian CahyaningrumDebora Natalia SudjitoDesi DesiMichael Bezaleel Wenas
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-102026-02-105151252110.60004/komunita.v5i1.519Pelatihan Pembuatan Sabun Cair di SMA Pangudi Luhur Jakarta
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/521
<p>Ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis merupakan aspek penting dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya dalam mengembangkan pemahaman sains terapan dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan pembuatan produk kimia rumah tangga yang kontekstual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia terapan, keterampilan praktik, serta menumbuhkan sikap mandiri dan kreatif siswa melalui pelatihan pembuatan sabun cair cuci piring di SMA Pangudi Luhur Jakarta. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik dengan tahapan pre-test, pemberian materi, praktik pembuatan sabun cair, pengemasan produk, dan post-test. Subjek kegiatan terdiri dari 20 peserta didik kelas XI yang mengikuti mata pelajaran Kimia dan Prakarya dan Kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik, ditandai dengan kenaikan persentase jawaban benar pada post-test dibandingkan pre-test, termasuk peningkatan pemahaman fungsi bahan tambahan seperti garam (NaCl) dalam formulasi sabun cair. Pelatihan ini juga meningkatkan antusiasme dan minat peserta didik terhadap kegiatan produksi dan kewirausahaan. Dengan demikian, pelatihan pembuatan sabun cair terbukti efektif sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang aplikatif dan berpotensi dikembangkan sebagai model pembelajaran sains terapan di SMA.</p>Shinta ListianaRegina Pacis Alessandra DominisaSuardin Halawa
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-102026-02-105152253110.60004/komunita.v5i1.521Pendampingan dan Bimbingan Teknis Penggunaan Media Pembelajaran D’Volleyball Learning Application Bagi Guru PJOK di Kabupaten Ogan Ilir
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/433
<p><em>The learning media that was developed in 2022, initially in the form of an application called "D'Volleyball Learning Application" which could only be accessed by downloading it from the Play Store, in 2023 the application developed and can be accessed without downloading it from the Play Store using the web, which can be accessed through the web https://dvolleyball.penjasapps.com/. This website contains features such as written theoretical review features of basic techniques in volleyball, movement phases made with a sequence of movement images for each basic technique, as well as video features that will explain basic techniques in volleyball. The objectives of this activity are: 1) to provide technical assistance and guidance on the use of web-based learning media "D'volleyball learning application" to Physical Education, Sports and Health (PJOK) teachers in Ogan Ilir district, 2) to increase the digital literacy capacity of PJOK teachers in terms of integrating technology in learning activities, 3) to encourage innovation and the latest updates on the modernization of PJOK learning, and 4) to optimize research results in 2023 so that they can be of direct benefit to the community, such as teachers and students. The relationship with SDG's (Sustainable Development Goals) namely SDG 4- Quality education, namely in terms of improving the quality of education by utilizing learning technology. Community service partners are SMP PJOK teachers who are members of the MGMP of Ogan Ilir district. The methods used are mentoring, lectures, questions and answers, and demonstrations. Data collection techniques use questionnaires distributed through Google forms and distributed during training. This community service activity provides a deep understanding of PJOK teachers in using web-based learning media. This understanding can be implemented by PJOK teachers in their respective schools.</em></p>Destriani DestrianiHerri YusfiDestriana DestrianaFitri Agung NandaSilvi AryantiAhmad Richard VictorianDandi SaputraAmirul Mujahidin
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-152026-02-155153254010.60004/komunita.v5i1.433Pemberdayaan Masyarakat Dalam Penggunaan Artificial Intelligence Aktivitas Urban Farming Di Kelurahan Semanan, Provinsi DKI Jakarta
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/414
<p>This community service program aims to enhance the capacity of residents in Semanan Urban Village to implement Al-based urban farming as a strategy to strengthen food security, digital literacy, and community empowerment. The activities were carried out through stages of socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation, grounded in development communication and participatory communication approaches. The results indicate that integrating urban farming with Al technologies- such as soil sensors, plant monitoring applications, and automated irrigation systems— successfully improved the community's knowledge and technical skills in managing urban agriculture. Training sessions utilizing instructional communication and hands-on learning effectively increased digital literacy and accelerated the adoption of technological innovations. Continuous mentoring and the establishment of an urban farming community strengthened program sustainability through information exchange, collaboration, and enhanced community ownership of the innovation. Additionally, the production of a short documentary served as an effective audio-visual medium to broaden information dissemination and highlight the role of visual communication in community empowerment. Overall, the program not only improved urban farming productivity but also strengthened communication capacity, social inclusion, and technological independence at the community level. The integration of Al into urban farming proved to be an effective, adaptive, and replicable innovation for other urban areas.</p>Jatayu Hadi PrakosoBayquni BayquniIndriati YulistianiAurin Katerina HerlinNadhira NadhiraAulia SaharaAlfiansyah AlfiansyahDoni RomdoniSteafian Lie
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-162026-02-165154155010.60004/komunita.v5i1.414Edukasi dan Skrining Anemia pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Lapas Perempuan Kelas III Mamuju
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/471
<p>Anemia masih menjadi permasalahan kesehatan pada wanita usia subur, termasuk pada kelompok rentan seperti warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Mamuju. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan, pola konsumsi yang kurang memadai, serta rendahnya tingkat edukasi kesehatan, sehingga risiko anemia sering tidak teridentifikasi secara dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga binaan mengenai anemia, meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan gizi seimbang dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah, serta melakukan deteksi dini anemia melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hb meter digital. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta skrining anemia melalui pemeriksaan kadar hemoglobin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan warga binaan tentang anemia sebesar 12,22%, dari rata-rata 77,33% sebelum intervensi edukasi menjadi 89,55% setelah intervensi. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan (100%) telah menjalani pemeriksaan kadar hemoglobin. Disimpulkan bahwa kegiatan edukasi dan skrining anemia efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta mendukung deteksi dini anemia pada warga binaan perempuan. Selanjutnya, kegiatan pengabdian masyarakat perlu diarahkan pada pelaksanaan pemantauan kadar hemoglobin secara berkala, penguatan edukasi gizi dan pencegahan anemia, serta pendampingan berkelanjutan melalui kolaborasi yang terintegrasi antara pihak lapas dan institusi pendidikan, guna meningkatkan mutu, efektivitas, dan keberlanjutan layanan kesehatan bagi warga binaan.</p>Rizki Dyah HaninggarErna AminYulianti Anwar
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-222026-02-225155156610.60004/komunita.v5i1.471Pendampingan Pendaftaran Merek Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Kabupaten Barito Kuala
https://journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/520
<p>Rendahnya tingkat kesadaran dan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pentingnya pendaftaran hak merek masih menjadi permasalahan utama dalam upaya peningkatan daya saing produk, khususnya di Kabupaten Barito Kuala. Padahal, merek merupakan identitas usaha yang memiliki nilai strategis dan memberikan perlindungan hukum terhadap produk yang dipasarkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan hukum UMKM terkait perlindungan hak merek, mendampingi pemilihan nama dan logo merek yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memfasilitasi pendaftaran hak merek secara daring. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan hukum, diskusi interaktif, dan pendampingan teknis pendaftaran merek melalui sistem online Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dengan melibatkan 30 pelaku UMKM di Kabupaten Barito Kuala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai urgensi perlindungan merek, perbaikan dan penyesuaian nama serta logo merek agar memiliki daya pembeda dan tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, serta meningkatnya kesiapan UMKM dalam mengajukan pendaftaran merek secara mandiri. Implikasi kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran hukum UMKM serta penguatan legalitas usaha sebagai prasyarat untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk. Pendampingan pendaftaran hak merek merupakan strategi efektif dalam pemberdayaan UMKM berbasis perlindungan hukum.</p>Muhammad HarisRizqa Ananda
Copyright (c) 2026 KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
2026-02-222026-02-225156757710.60004/komunita.v5i1.520