Geometri pada Arsitektur Rumah Adat Sasak

  • Ulya Ulhimami Universitas Mataram
  • Elsa Fazila Pendidikan Matematika, Universitas Mataram
  • Siti Nurhaliza Pendidikan Matematika, Universitas Mataram
  • Muhammad Turmuzi Pendidikan Matematika, Universitas Mataram
  • Dita Oktavihari Pendidikan Matematika, Universitas Mataram
Keywords: Etnomatematika,Geometri, Rumah adat sasak,Bale tani.

Abstract

Rumah adat Bale Tani yang terletak di Desa Sade, Lombok Tengah, merupakan cerminan budaya Masyarakat Sasak yang kaya akan nilai-nilai tradisional dan filosofi kehidupan. Namun, potensi bangunan ini dalam konteks Pendidikan matematika, khususnya pada aspek geometri, masih belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk geometri yang terdapat dalam arsitektur rumah adat Bale Tani, menganalisis prinsip proporsi dan kesebangunan yang diterapkan, serta memahami makna simbolik dari unsur-unsur geometris dalam rumah adat tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bale Tani memiliki berbagai unsur geometri baik dari segi struktur maupun simbolik. Pola kesebangunan, kesimetrian, dan proporsi tampak pada bentuk atap, susunan dinding, dan pola ornamen bangunan. Masyarakat Sasak menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara turun-temurun tanpa Pendidikan formal dalam matematika, melainkan melalui praktik budaya yang diwariskan. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah adat Bale Tani memiliki potensi besar sebagai sumber belajar matematika kontekstual melalui pendekatan etnomatematika. Pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran dapat memperkaya pengalaman belajar siswa serta mendorong warisana budaya secara edukatif.

References

Albanese, V., & Perales, F. J. (2015). Enculturation with Ethnomathematical Microprojects: From Culture to Mathematics. Journal of Mathematics & Culture, 9(1), 1–11.

Dewita, A., Mujib, A., & Siregar, H. (2019). Studi Etnomatematika tentang Bagas Godang sebagai Unsur Budaya Mandailing di Sumatera Utara. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 1–12.

Fitriyah, A. T., & Syafi’i, M. (2022). Etnomatematika Pada Bale Lumbung Sasak. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 1–12

Hariastuti, R. (2018). Rumah Adat Using Banyuwangi: Kajian Budaya Dalam Media Pembelajaran Matematika. FKIP Universitas PGRI Banyuwangi Seminar Nasional : Pendidikan Budaya Dan Sejarah “Dibalik Revitalitas Budaya,” 56–64.

Ilma Indra Putri, R., Somakim, dan, Srijaya Negara, J., & Sumatera, S. (2020). Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Etnomatematika: Pengenalan Bangun Datar Melalui Konteks Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa. 9(3), 359–370.

Mahadika, A., & Satria, V. R. (2021). The Traditions of Sasak Tribe in Sade Village, Central Lombok, Indonesia. International Journal of Social Science and Religion (IJSSR), 285-296.

Muaini, M., & Zainudin, Z. (2017). Nilai Religi Arsitektur Rumah Adat Sasak Dusun Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Historis: Jurnal Kajian, Penulisan dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 2(2), 38-42.

Rohviana, Baiq Alma, M Habib, and Husnial Pardi. 2024. “Etnomatematika Pada Budaya Sasak Di Rumah Adat Bale Tani Desa Rembitan Sebagai Sumber Belajar Matematika.” Teaching and Learning Journal of Mandalika 5(2): 197–207.

Sugiyono (2018). Metode Penelitian Kuantitatif .Bandung: Alfabeta.

Susilo, G. A., & Umniati, B. S. (2021). Model Tata Massa Arsitektur Sasak di Pulau Lombok.Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 10(1), 48-57.

Turmudi. (2007). Kajian Etnomatematika: Belajar Matematika Dengan Melibatkan Unsur Budaya. Seminar Nasional tnomatnesia, 38–53.

Zulkifli, A., & Ika, R. (2020). Eksplorasi Rumah Adat Joglo Pada Materi Geometri di Sekolah Dasar. JPGSD, 08(3), 591–600

Published
2026-02-27