Pemberdayaan Komunitas KBP melalui Teater Tradisi Cerita Rakyat Lombok untuk Penguatan Karakter dan Revitalisasi Budaya

  • Rapi Renda Universitas Bumigora
  • Mandala Opan Satria Universitas Bumigora
  • Putrajip Mohamad Yudisa Universitas Bumigora
  • Nahdlatuzzainiyah Universitas Bumigora
Keywords: Komunitas KBP, Teater Tradisi, Cerita Rakyat, Penguatan Karakter, revitalisasi budaya

Abstract

Program pengabdian menggunakan metode pendekatan partisipatif kolaboratif untuk meningkatkan kemandirian Komunitas Kampoeng Baca Pelangi dalam produksi seni pertunjukan berbasis cerita rakyat Lombok. Kebaruan program terletak pada integrasi pelatihan penulisan naskah dan dramatari dengan penguatan karakter berbasis kearifan lokal, sehingga tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga memperkuat nilai budaya melalui proses kreatif. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan penulisan naskah, pendampingan latihan dramatari, dan pementasan akhir sebagai wahana penerapan teknis. Evaluasi menggunakan observasi, kuesioner Likert, dan refleksi untuk mengukur ketercapaian. Indikator keberhasilan ditunjukkan oleh kehadiran peserta lebih dari 80%, tersusunnya naskah final, serta pementasan dramatari Cilinaye sebagai implementasi keterampilan artistik dan nilai karakter seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan kepercayaan diri. Hasil program menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, pemahaman konsep dramatari, serta kesadaran budaya. Keterlibatan langsung dalam proses kreatif berdampak signifikan terhadap keberanian tampil dan kerja sama kelompok. Pembentukan kelompok seni komunitas dan naskah siap produksi ulang menjadi wujud keberlanjutan program. Program ini berkontribusi pada revitalisasi budaya lokal melalui transformasi cerita rakyat menjadi pertunjukan dramatari edukatif, sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta. Dengan pendekatan terintegrasi antara seni, budaya, dan pemberdayaan, program ini menawarkan model pengembangan seni berbasis komunitas yang berkelanjutan serta relevan diterapkan pada konteks serupa.

References

Anugrah, R. (2025). Mengasah karakter santri melalui seni teater. Journal of Community Development and Empowerment, 4(1), 13–22.

As, S. Y., & Murcahyanto, H. (2021). Musik gamelan drama tradisional Amaq Abir. Kaganga, 5(1), 15–25.

Asyhar, M. (2020). Revitalisasi bahasa dan sastra daerah di NTB. Lisdaya, 5(2), 45–55.

Bahri, S., et al. (2017). Revitalisasi sastra daerah Lombok (Cepung di Lombok Timur). Kantor Bahasa NTB.

Faridi, K., et al. (2024). Pengenalan teks genre drama tradisional berbahasa Sasak: Penyiapan bahan baku penyusunan materi muatan lokal Bahasa Sasak pada kelompok kerja guru (KKG) se-Kecamatan Selong. Jurnal Pepadu, 2(2), 56–68.

Kasim, S., & Murianto, M. (2021). Perancangan revitalisasi rumah adat Sembalun untuk menunjang destinasi wisata budaya. JPIn, 8(1), 33–42.

Kurniati, F. (2025). Pendidikan karakter pada kegiatan pentas seni bagi anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni, 10(1), 1–12.

Marijo, M. O. D. S. (2023). Ideologi pendidikan seni teater dalam membentuk karakter anak. Dalam Prosiding Seminar Nasional Seni Pertunjukan (Vol. 2, No. 1, hlm. 112–120).

Marijo, M. O. D. S. (2023). Lombok cultural values in Amaq Abir traditional theatre. Dalam Prosiding Seminar Nasional UNNES (Vol. 1, No. 1, hlm. 88–95).

Mawardi, T., & Jurfi, F. D. M. (2025). Teater Koma’s dramaturgical strategy in delivering social criticism of the New Order era. Global Journal of Social Learning, 1(2), 72–80.

Muthii, P., & Astuti, F. (2025). Implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran seni budaya. Saayun, 1(1), 89–99.

Pusposari, W. (2022). Afirmasi seni teater di dalam penguatan pendidikan karakter. Jurnal Jendela Pendidikan, 3(2), 45–57.

Qodri, S. M., et al. (2024). Anatomi humor drama tradisional Rudat di Lombok. Suluk, 6(2), 112–127.

Ramadhan, A. (2024). Revitalisasi kawasan Taman Mayura sebagai pengembangan wisata sejarah di Lombok. Jurnal Arsitektur Nusantara, 12(1), 67–79.

Renda, R. (2024). Idiom-idiom estetik dalam cerita teater tradisional Amaq Abir. Tamumatra, 4(2), 99–110.

Renda, R., Mandala, P., Wangi, A., & Sukma, D. (2024). Semiotika topeng Amaq Abir dan relevansinya dengan pendidikan karakter. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(1), 66–78.

Sakinaturrahmi, Y. (2025). Revitalization of the Sasak local wisdom values: Berinding in Central Lombok. Jurnal Ilmu Sosial, 9(1), 44–53.

Sodli, A. (2010). Revitalisasi kearifan lokal dalam masyarakat multikultural di Kecamatan Lingsar Lombok Barat. Analisa, 17(2), 111–122.

Srisudarso, M., & Nurhasanah, E. (2018). Implementasi pendidikan karakter pada ekstrakurikuler drama (teater). Biormatika, 4(2), 75–84.

Susanty, S. (2025). Revitalisasi Pasar Seni Senggigi sebagai destinasi wisata budaya. Journal of Responsible Tourism, 3(1), 22–33.

Yudarta, I. G., & Pasek, I. N. (2015). Revitalisasi musik tradisional prosesi adat Sasak. Segarawidya, 3(1), 77–86.

Yustika, T., Mulyadi, R., & Safitri, L. (2024). Makna ragam hias topeng kayu Labuapi Lombok Barat. Journal of Mandalika Literature, 2(1), 33–44.

Zebua, E., et al. (2022). Pendidikan karakter dalam pertunjukan seni teater “Bangku Kayu dan Kamu yang Tumbuh di Situ” sutradara Yusril. KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran), 6(1), 1–12.

Zuhri, M. I., Hadi, F., & Sahari, D. (2018). Bentuk dan fungsi pertunjukan teater Amaq Abir di Sanggar Pustaka Budaya, Marong, Lombok Tengah. Tamumatra, 3(1), 45–56.

Published
2025-11-30
Section
Articles