Pemberdayaan Komunitas Hindu Dalam Pengembangan Desa Budaya Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Lingsar Lombok Barat
Abstract
Desa Lingsar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa budaya berbasis kearifan lokal yang mampu mendorong perekonomian lokal. Namun, pemahaman masyarakat khususnya komunitas Hindu di Desa Lingsar terkait konsep wisata budaya dan upaya pelestarian budaya masih sangat kurang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada komunitas Hindu mengenai pemahaman menyeluruh tentang pengelolaan potensi wisata budaya berbasis kearifan lokal, pelatihan konten digital bagi generasi muda serta penguatan dalam melestarikan budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partisipatif melalui pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta observasi langsung di lapangan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk pengelola pura, perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan masyarakat Hindu untuk merawat potensi budaya secara otentik serta berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal; partisipasi aktif membantu mempertahankan nilai-nilai tradisi sambil membuka peluang ekonomi namun juga mengungkap keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan lanjutan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan. Disimpulkan bahwa pemberdayaan komunitas efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lingsar, dengan rekomendasi penguatan kapasitas, dukungan infrastruktur, serta pemantauan dan pendampingan jangka panjang.
References
Gunn, C. A. (1994). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases. Taylor & Francis.
Leiper, N. (1990). Tourism Systems: An Interdisciplinary Perspective. Massey University.
Murphy, P. E. (1985). Tourism: A Community Approach. Routledge.
Scheyvens, R. (1999). “Ecotourism and the Empowerment of Local Communities.” Tourism Management, 20(2), 245–249.





