Pembuatan Peta Potensi Airtanah Di Dusun Batu Badiri Sebagai Upaya Menuju Ketahanan Air

  • Gede Wiratma Jaya Program Studi Teknik Kimia, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura https://orcid.org/0000-0001-7279-6923
  • Afifah Thohirah Program Studi Teknik Perminyakan, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura
  • Aditya Ramadhan Program Studi Teknik Geofisika, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura
  • Samsul Bahri Program Studi Teknik Geofisika, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura
  • Zulfiah Program Studi Teknik Geologi, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura
  • Delpina Nggolaon Program Studi Teknik Kimia, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura
  • Stevi Silahooy Program Studi Teknik Perminyakan, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura
Keywords: Airtanah, Metode Geolistrik, Peta, QGIS, Schlumberger

Abstract

Dusun Batu Badiri merupakan salah satu Dusun dari Desa Hatu yang terletak di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan hasil survei lapangan, masyarakat Dusun Batu Badiri masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Ketika memasuki musim kemarau, sebagian masyarakat membeli air tangki agar pasokan air bisa terpenuhi. Penggunaan air digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan unit usaha batu bata yang ada di Dusun Batu Badiri. Berdasarkan masalah tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Geologi Universitas Pattimura melakukan pemetaan potensi airtanah menggunakan metode geolistrik di Dusun Batu Badiri. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mengidentifikasi kedalaman airtanah berdasarkan pengukuran geolistrik dan membuat peta potensi airtanah di wilayah Dusun Batu Badiri. Tahapan kegiatan pengabdian terdiri dari 5 tahapan, yaitu 1) persiapan, 2) pengukuran geolistrik, 3) pengolahan data geolistrik, 4) pembuatan peta potensi airtanah, dan 5) sosialisasi. Untuk pengukuran geolistrik menggunakan konfigurasi elektroda Schlumberger di 14 titik lokasi yang sudah ditentukan. Hasil pengukuran geolistrik telah berhasil mengidentifikasi kedalaman airtanah pada rentang kedalaman 5-85 m. Peta potensi airtanah telah berhasil dibuat menggunakan software QGIS dengan menampilkan posisi lokasi pengambilan data geolistrik. Peta tersebut juga dilengkapi dengan titik koordinat dan data kedalaman airtanah. Adanya peta ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Desa Hatu dan masyarakat di wilayah Dusun Batu Badiri dalam menentukan lokasi calon sumur bor yang potensial sebagai sumber air.

References

Atikah, U., Purnaini, R., & Asbanu, G. C. (2023). Analisis Kualitas Air Baku dan Kualitas Air Hasil Produksi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Unit Mukok PDAM Tirta Pancur Aji Kota Sanggau. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 11(2), 297–303.

Cahyadi, A., Adji, T. N., Marfai, M. A., Noviandaru, S., & Agniy, R. F. (2017). Analisis Dampak Intrusi Air Laut terhadap Airtanah di Pulau Koral Pramuka, DKI Jakarta. Majalah Geografi Indonesia, 31(2), 61–67.

Chandrasasi, D., Asmaranto, R., & Partarini, N. M. C. (2018). Penerapan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger untuk Analisis Rembesan pada Maindam Waduk Greneng, Kabupaten Blora. Jurnal Teknik Pengairan, 9(2), 114–124.

Fadilhadi, M., Victoria, C., Dentry, D., Atasy, K., & Jati, D. R. (2023). Pengolahan Air Hujan Menjadi Air Besi untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) dan Timbal (Pb) Melalui Filter Pipa Bersusun Berbasis Adsorben Alami. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 11(2), 564–570.

Febriani, Y., & Sohibun, S. (2019). Aplikasi Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger untuk Mengidentifikasi Lapisan Air Tanah di Desa Ulak Patian Rokan Hulu Riau. Jurnal Fisika Flux, 16(1), 54–60.

Fransiska, G., Yolanda, D., & Rajib, R. K. (2024). Krisis Air Menangani Penyediaan Air Bersih di Dunia yang Semakin Kekurangan Sumber Daya. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(5), 334–341.

Kamur, S., & Iskandar, A. (2022). Identifikasi Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik di Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Environmental Science, 4(2), 226–232.

Muallifah, F. (2009). Perancangan dan Pembuata Alat Ukur Resistivitas Tanah. Jurnal Neutrino, 1(2), 179–197.

Nanda, M., Asy-syifaa, P., Fadila, A., Zuhra, R., Yusuf, M., Wulandari, P., & Harahap, A. A. (2023). Analisis Ketersediaan Air Bersih dan Penyediaan Air Minum Rumah Tangga di Kelurahan Bagan. Community Development Journal, 4(3), 5704–5707.

Putri, S. A., & Saves, F. (2024). Analisis Kelayakan Kualitas Kimia Air Tanah sebagai Sumber Air Baku di Kelurahan Medokan Semampir, Surabaya. Indonesian Journal of Civil Engineering Education (IJCEE), 10(2), 63–69.

Sakti, R. E., Verentina, V., Suhendra, S., Refrizon, R., & Gayatriani, I. (2025). Visualisasi Sebaran Air tanah Berdasarkan Nilai Resistivitas Dengan Konfigurasi Wenner-Schlumberger Di Desa Air Rami Kabupaten Mukomuko. Jurnal Fisika Unand (JFU), 14(4), 353–359.

Sedana, D., As’ari, A., & Tanauma, A. (2015). Pemetaan Akuifer Air Tanah di Jalan Ringroad Kelurahan Malendeng dengan Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis. Jurnal Ilmiah Sains, 15(2), 33–37.

Sudarti, S., & Puspitasari, N. R. (2021). Analisis Studi Kasus Krisis Ketersedian Air Musim Kemarau dalam Upaya Menanggulangi Pada Masyarakat di Desa Butuh. Journal of Research and Education Chemistry (JREC), 3(2), 86–95.

Sukartini, N. M., & Saleh, S. (2016). Akses Air Bersih di Indonesia. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 9(2), 89–98.

Syam, M. A., Heriyanto, H., Sasmito, K., Ghifary, A. M., & Lambe, G. D. (2021). Geologi dan Identifikasi Auifer dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole Daerah Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Jurnal Teknik Geologi: Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 4(1), 1–6.

Walujodjati, E., Permana, S., Nurhuda, H., Pratama, A. S., & Banowati, R. (2022). Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air. Jurnal Konstruksi, 20(1), 183–193.

Published
2026-05-14
Section
Articles