Digitalisasi Dakwah dalam Menghidupkan Kegiatan Keagamaan di Desa Bangun Jaya

  • Rizal Mustaqim Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Ronal Mugana Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Salsabila Noviantri Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Berta Wanva Resa Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Laila Natasya Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Feri Agustian Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Muhammad Varel Brilliant Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Andika Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Berly Herlando Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Tiara Saputri Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Tsurayya Fatina Fasya Lubis Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Dhifa Nafilah Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Maulana Ismail Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Muhamad Afdoli Ramadoni Universitas Muhammadiyah Palembang
Keywords: Digitalisasi dakwah, media sosial, literasi digital keagamaan, komunikasi dakwah, strategi dakwah

Abstract

Digitalisasi dakwah merupakan fenomena yang muncul seiring perkembangan teknologi komunikasi dan media digital, yang memungkinkan penyebaran pesan keagamaan secara lebih luas dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik digitalisasi dakwah, mengidentifikasi permasalahan yang muncul, serta merumuskan strategi optimalisasi dakwah digital agar tetap moderat, efektif, dan etis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap konten dakwah digital di berbagai platform media sosial dan sumber literatur keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital memiliki karakteristik fleksibel, inklusif, dan interaktif, dengan pola komunikasi yang beralih dari satu arah menjadi dua arah dan multi arah. Namun, digitalisasi dakwah juga menghadirkan permasalahan, antara lain fragmentasi dan simplifikasi pesan, kecenderungan narasi provokatif, serta rendahnya literasi digital keagamaan. Untuk itu, optimalisasi dakwah digital memerlukan strategi holistik, yaitu peningkatan kompetensi digital pendakwah, penguatan substansi dan etika dakwah, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan penerapan strategi tersebut, digitalisasi dakwah dapat berfungsi tidak hanya sebagai media penyebaran pesan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan kesadaran keagamaan yang kritis, reflektif, dan konstruktif di era digital.

References

Aziz, M. A. (2019). Ilmu dakwah: Edisi revisi. Kencana.

Castells, M. (2015). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Fakhruroji, M. (2020). Dakwah digital dan tantangannya di era disrupsi. Jurnal Ilmu Dakwah, 40(1), 1–16. https://doi.org/10.21580/jid.v40.1.5678

Hidayat, T. (2020). Transformasi dakwah Islam di era digital. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 14(2), 123–136. https://doi.org/10.21580/jdk.v14i2.5123

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Nasrullah, R. (2018). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Rahman, A. (2021). Media sosial sebagai sarana dakwah pada generasi milenial. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 211–228. https://doi.org/10.15642/jki.2021.11.2.211-228

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia

Published
2026-05-28
Section
Articles