Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanjung Atap Berbasis Inovasi Ekonomi, Lingkungan, Dan Infrastruktur Menuju Desa Berdaya Saing Dan Berkelanjutan
Abstract
The 2026 Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) of Universitas Muhammadiyah Palembang in Tanjung Atap Village was carried out with the aim of empowering the village community through innovative approaches in the fields of economy, environment, and infrastructure to create a competitive and sustainable village. This community service activity consisted of four individual work programs, namely: (1) digitalization of marketing for aluminum handicraft products as an effort to improve the competitiveness of MSMEs; (2) the creation of banners as a medium for business information and identity; (3) utilization of rice washing water to produce liquid organic fertilizer (LOF) to support the cultivation of home garden plants; and (4) the production and installation of road reflectors to improve road user safety. The implementation methods included observation, socialization, training, mentoring, and direct practice with the community. The results of the activities showed increased community understanding and skills in digital marketing, strengthened MSME business identities, utilization of household waste to produce useful products, and improved driving safety at accident-prone points at night. These programs are expected to be sustainable and replicable by the community and village authorities after the KKN program ends.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palembang tahun 2026 di Desa Tanjung Atap dilaksanakan dengan tujuan memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan inovasi di bidang ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur guna mewujudkan desa yang berdaya saing dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini terdiri atas empat program kerja Individu, yaitu: (1) digitalisasi pemasaran produk kerajinan alumunium sebagai upaya peningkatan daya saing UMKM; (2) pembuatan banner sebagai media informasi dan identitas usaha; (3) pemanfaatan air cucian beras menjadi pupuk organik cair (POC) untuk mendukung budidaya tanaman pekarangan; dan (4) pembuatan serta pemasangan reflector jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pemasaran digital, penguatan identitas usaha UMKM, pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, serta peningkatan keselamatan berkendara pada titik-titik rawan di malam hari. Program-program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan direplikasi oleh masyarakat maupun aparat desa setelah masa KKN berakhir.
References
Hidayat, T., & Susanti, W. (2021). Strategi digitalisasi pemasaran UMKM berbasis media sosial di era ekonomi digital. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 45-53.
Nugroho, A. S., & Wijaya, F. (2023). Peran infrastruktur jalan dalam mendukung keselamatan lalu lintas di kawasan pedesaan. Jurnal Infrastruktur dan Pembangunan Desa, 4(1), 22-30.
Rahmawati, I., & Saputra, B. (2022). Penguatan identitas usaha UMKM melalui media promosi visual. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan Masyarakat, 6(2), 101-109.
Universitas Muhammadiyah Palembang. (2026). Panduan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. LPPM UMP.



